Penginden Xpander Capai 30 Ribu, Mitsubishi Baru Layani 10 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander tampil pertama kali di dunia pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung di ICE, BSD City, Tangerang, 10-20 Agustus 2017. TEMPO/Ryan Maulana.

    Mitsubishi Xpander tampil pertama kali di dunia pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung di ICE, BSD City, Tangerang, 10-20 Agustus 2017. TEMPO/Ryan Maulana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mitsubishi mencatat hingga awal November ini setidaknya 30 ribu unit Xpander telah dipesan. Namun sampai penghujung bulan Oktober, sekitar 3.000-an unit baru dikirim.

    "Delivery Xpander kami mulai dari bulan September, namun memang masih sangat sedikit karena pabrik belum maksimal," kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu 15 November 2017.

    Baca: Toyota Avanza Kuasai Pasar LMPV, Xpander Melonjak Dua Kali Lipat

    Irwan mengatakan hal tersebut dikarenakan pabrik yang menangani Mitsubishi Xpander belum maksimal. "Nah tapi di November ini akan dimaksimalkan. Dari September-Oktober yang masih sekitar seribu sampai tiga ribuan delivery-nya, November nanti bisa kita update sampai 5 ribuan,"katanya.

    Hal itu mengacu pada rata-rata produksi optimal pabrik Mitsubishi yang berada di Bekasi. Dengan menggunakan dua shift, Irwan mengaku akan terus menggenjot produksi dan pengiriman Mitsubishi Xpander.

    Baca: Mitsubishi Xpander Dorong Peningkatan Laba Mitsubishi Motors Corp

    "Karena juga kan rata-rata produksi di pabrik kita sekitar 5.000 per bulannya dengan dua shift. Tapi tentu akan kita maksimalkan sehingga bisa menggenjot hal tersebut," kata Irwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.