Duel Honda HR-V dan Toyota Rush, Simak Data Penjualannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda HR-V di GIIAS 2016, ICE BSD, Serpong, Tangerang. (Dok Honda)

    Honda HR-V di GIIAS 2016, ICE BSD, Serpong, Tangerang. (Dok Honda)

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda HR-V selama ini seperti melenggang sendirian. Tak punya lawan di hatchback crossover medium. Toyota C-HR yang digadang-gadang menjadi lawan sepadan untuk Honda HR-V tak kunjung dipasarkan. Nah, kini muncul si kembar Toyota Rush dan Daihatsu Terios model baru. Lalu, bagaimana peta persaingan di kelas Low SUV?

    Honda HR-V (1.5L) membukukan penjualan sebanyak 28.468 unit sepanjang Januari – Oktober 2017 atau rata-rata per bulan mencapai 2.846 unit. Bagi Honda, angka ini tentu menggembirakan di saat situasi penjualan otomotif masih belum membaik.

    Baca: Fitur Toyota Rush Terbaru Bocor di Internet

    Direktur Marketing dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan bahwa mobil SUV (Sport Vehicle Utility) merupakan tipe yang cocok untuk Indonesia. “Jalanan di Indonesia banyak tanjakan dan turunan serta permukaan jalan yang tidak rata, umumnya cocok untuk mobil SUV,” kata Jonfis kepada Tempo, Jumat, 17 November 2017.

    Simak: HR-V Laris, Honda Kuasai Pasar LSUV

    Menurut Jonfis, pasar SUV saat cukup berkembang dan terus menunjukkan tren positif. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain. Khusus untuk pasar HR-V di Indonesia, lanjut Jonfis, masyarakat tidak hanya menilai dari sisi desain maupun fitur yang ditawarkan tapi juga soal layanan purna jual. “Kepercaraan konsumen terhadap Honda HR-V semakin baik. Saat ini semakin banyak konsumen yang sudah membuktikan harga suku cadang dan service Honda tidak mahal lagi,” ujarnya.

    Jonfis juga optimistis pasar mobil nasional akan terjaga dengan baik hingga akhir Desember 2017. “Penjualan mobil memang belum baik, tapi sejauh ini target penjualan mobil Honda masih sesuai dengan perencanaan,” katanya.

    Selain HR-V 1.5L, Honda juga memiliki model lain di kelas SUV seperti HR-V 1.8L dan Honda CR-V.

    Sementara itu, Toyota Astra Motor dan Astra Daihatsu Motor akan meluncurkan SUV andalan mereka yakni Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Dua produk kolaborasi itu telah mengisi segmen Low SUV di Indonesia sejak 2006 silam.

    Executive General Manager Fransiscus Soerjopranoto juga sependapat jika pasar mobil SUV mengalami peningkatkan. Soerjo menyebutkan selama 11 tahun sejak diluncurkan, Toyota Rush mampu membukukan penjualan sebanyak 250 ribu unit. “Tujuan diperkenalkannya Toyota Rush terbaru untuk mengamodasi kebutuhan konsumen,” kata Soerjo kepada Tempo, Jumat, 17 November 2017.

    Rush, kata Soerjo, memiliki sejumlah keunggulan yang kemudian menjadi pendorong bagi konsumen untuk memilihnya. Keunggulan itu antara lain ground clearance yang tinggi, khas SUV, kenyamanan, dan kemudahan dalam layanan service.

    Sepanjang Januari-Oktober 2017, Toyota Rush mencatat penjualan sebanyak 17.888 unit atau rata-rata per bulan mencapai 1.788 unit. “Targetnya bukan mengejar kompetitor, tapi memenuhi kebutuhan konsumen.”

    Ditanya soal harga untuk Toyota Rush terbaru, Soerjo mengaku pihaknya masih menghitung kepastiannya. “Soal harga masih kami siapkan, semoga cocok dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

    Saat ini, Toyota Rush terbaru dijual mulai dari Rp 239,9 juta hingga termahal Rp 267,85 juta. Sementara Honda HR-V 1.5L dijual Rp 272 juta (manual) dan Rp 282 juta (otomatis).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.