Senin, 19 Februari 2018

Yamaha Xmax Disukai Turis di Bali, Ini Alasannya

Reporter:

Wawan Priyanto

Editor:

Wawan Priyanto

Selasa, 21 November 2017 17:56 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha Xmax Disukai Turis di Bali, Ini Alasannya

    Pemesan Yamaha Xmax 250cc mengunjungi Pabrik Yamaha di Pulogadung, Jakarta, 21 Februari 2017. Foto: Yamaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Skuter bongsor Yamaha yang terdiri dari Yamaha Xmax, Nmax, dan Tmax mendapatkan sambutan positif dari konsumen di Bali.

    Bagian Promosi Yamaha DDS Bali Andri Fistulariyanto mengatakan bahwa konsumen di Bali, baik lokal maupun turis asing, menyukai skuter Yamaha,” kata Andri dalam siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 21 November 2017. “Yamaha Xmax cocok untuk postur tubuh warga asing.”

    Baca: Yamaha Xmax 300cc Buatan Indonesia Mulai Diekspor ke Eropa

    Andri juga menjelaskan bahwa popularitas varian skuter bongsor Yamaha juga ditunjang oleh jaringan dealer dan spare part yang luas. “Untuk konsumen lokal, skuter Yamaha Xmax memiliki value for money. Skuter matik bermesin 250cc ini juga dilengkapi fitur-fitur modern dan canggih,” ujarnya.

    Simak: Yamaha Gelar Kontes Modifikasi Nmax dan Xmax, Simak Syaratnya

    Seorang konsumen asal Roma, Italia, yang tinggal di Denpasar Bali, Antonio Familiari, mengungkapkan alasannya memilih Yamaha Xmax yang dibelinya secara online. ”Saya suka skutik, apalagi kapasitas mesin besar 250cc,” katanya. “Kalau di Bali saya lihat banyak Xmax di jalan,” ungkap Antonio yang sudah 8 tahun tinggal di Bali.

    Selama ini, Yamaha Nmax, Xmax, dan Tmax hampir tak memiliki lawan sepadan. Namun, motor berlambang garpu tala ini wajib waspada mengingat Honda dikabarkan akan segera memasukkan jagoannya yakni Honda PCX. Suzuki juga punya potensi untuk menggangu market Yamaha dengan produk skutik berbodi besar Suzuki Burgman.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.