Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Jakarta-Lampung, Irit atau Boros?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander saat melintas di jalan tol Tangerang-Merak, Selasa, 21 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Mitsubishi Xpander saat melintas di jalan tol Tangerang-Merak, Selasa, 21 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tempo berkesempatan menguji coba Mitsubishi Xpander tipe tertinggi (Ultimate) bertransmisi otomatis dengan rute dalam kota dan luar kota. Untuk rute dalam kota, kami mengujinya di jalanan padat lalu lintas saat jam pulang kantor. Rute luar kota, Tempo mengujinya ke Bandar Lampung.

    Dari tes ini, performa mesin pada Mitsubishi Xpander benar-benar diuji. Seperti diketahui, Mitsubishi Xpander dibekali mesin MIVEC 4A91 berkapasitas 1.499 cc. Mesin ini memiliki 104 daya kuda dan torsinya 141 Newton meter. Ini lebih rendah dibanding kompetitor seperti Honda Mobilio yang memiliki 118 daya kuda dan torsi 145 Newton meter atau Nissan Grand Livina dengan 109 daya kuda dan torsi 148 Newton meter.

    Baca: Menjajal Mitsubishi Xpander Sejauh 208,9 Kilometer

    Performa ini memang tak segalak kompetitor, tapi sebagai sebuah mobil keluarga, tenaga yang dihasilkan Mitusbishi Xpander cukup bertenaga sekalipun digunakan untuk mengangkut 7 penumpang dengan bagasi penuh.
    Tempo menguji coba Mitsubishi Xpander dengan rute Jakarta-Lampung-Jakarta dengan total jarak tempuh 455,5 kilometer. Rasio konsumsi bahan bakar mobil ini dengan berdasarkan data pada MID di meter cluster menunjukkan 1 liter bensin untuk 12,9 kilometer. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Nah, bagaimana konsumsi bahan bakarnya? Hingga saat ini Mitsubishi Motors belum merilis hasil pengujian bahan bakar yang dilakukan pabrikan Jepang itu. Kami mengujinya berdasarkan fitur Multi Information Display yang terdapat di meter cluster.

    Simak: Ini Dia Warna Favorit Mitsubishi Xpander yang Disukai Konsumen

    Soal kemampuan akselerasi, mesin Mitsubishi Xpander lumayan responsif. Dari titik 0 hingga 100 kilometer per jam, ditempuh dalam waktu 14 detik. Saat menyusuri jalanan padat lalu lintas sepanjang siang dan sore hari, rasio konsumsi bahan bakar rata-rata kami menghabiskan 1 liter untuk 12,5 kilometer.
    Mitsubishi Xpander di jalan tol menuju Pelabuhan Merak, Cilegon. Tempo menjajal Mitsubishi Xpander dengan rute Jakarta menuju Lampung, 19 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Di perjalanan luar kota, hasilnya tak jauh berbeda. Jakarta-Lampung sejauh 208,9 kilometer dengan rute, Cilandak, tol JORR, tol Merak, lalu menyeberang menggunakan kapal fery dan menyusuri Jalan Lintas Timur Sumatera hingga finish di Bandar Lampung. Perjalanan di Jalan Lintas Timur Sumatera ini menyajikan tantangan tersendiri. Bukan karena macet, tapi harus bersabar saat beriringan dengan truk-truk besar.

    Saat kembali ke Jakarta, kami menempuh jarak sedikit lebih jauh, 247 kilometer karena tempat finish berbeda dengan saat keberangkatan. Jalanan lumayan lancar meski kami memasuki tol Dalam Kota tepat pada pukul 19.00 WIB. Saat sampai di kantor pusat Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, kami mendapatkan angka 12,9 kilometer per liter.
    Empat unit Mitsubishi Xpander (2 tipe Ultimate dan 2 tipe Sport) di Pantai Sapenan, Lampung Selatan, Selasa, 22 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Jadi, total jarak tempuh Jakarta-Lampung-Jakarta yang kami lalui mencapai 455,9 kilometer. Kami hanya menghabiskan bahan bakar bensin (Pertamax) sebanyak 35,4 liter. Sementara, kapasitas tanki bahan bakar Xpander mencapai 45 liter.

    Hasil tes ini tentu tidak mutlak mencerminkan konsumsi bahan bakar sesungguhnya, karena tidak menggunakan metode full to full. Kami mengujinya dengan menyesuaikan penggunaan sehari-hari di dalam kota maupun untuk perjalanan luar kota.

    Fitur-fitur di Mitsubishi Xpander juga kami biarkan berfungsi seperti AC, radio, dan bahkan kami berakselerasi dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam. Mobil juga terisi penuh, empat orang lengkap dengan koper masing-masing.

    Hasil konsumsi bahan bakar ini juga dapat berbeda-beda, tergantung karakter pengemudi dalam berkendara serta faktor kepadatan lalu lintas di jalanan yang dilalui. (Rekan jurnalis lain mendapatkan angka 9,8 kilometer per liter). 


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.