Nissan Ikut Berperan dalam Reforestasi Gunung Agung di Bali

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eiichi Koito, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, didampingi Masayuki Ohsugi, General Manager R&D Nissan Motor Indonesia, saat memperkenalkan Nissan Note e-Power, di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE, BSD City, Tangerang, Selasa, 15 Agustus 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    Eiichi Koito, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, didampingi Masayuki Ohsugi, General Manager R&D Nissan Motor Indonesia, saat memperkenalkan Nissan Note e-Power, di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE, BSD City, Tangerang, Selasa, 15 Agustus 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    TEMPO.CO, Karangasem -  Nissan mendukung reforestasi Gunung Agung di Bali untuk menjaga ekosistem dan lingkungan. Selama ini wilayah Kabupaten Karangasem yang berada di kaki Gunung Agung kondisinya saat memprihatinkan saat kemarau datang karena sulit mendapatkan air. Sehingga salah satu caranya adalah mereforestasi Gunung Agung agar mampu menyimpan air terutama pada kemarau.

    “Kita selalu bertanya, bagaimana cara membantu membangun masa depan yang cerah untuk lingkungan yang kita tinggali” kata Eiichi Koito, Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia di Karangasem, Bali Kamis 23 November 2017.

    Baca: Nissan Grand Livina Buktikan 7 Liter BBM Mampu Tempuh 128 Km

    Dalam kesempatan itu, Nissan mendonasikan 1 unit mobil Navara double cabin kepada Conservation International Indonesia. Navara akan di gunakan untuk mobilitas saat kegiatan konservasi. Menurut Koito, Navara sangat cocok dipakai di pegunungan karena memiliki performa mesin yang tangguh dan mampu membawa beban berat.

    “Hari ini, kita sadar akan komitmen kita dengan mendukung Conservation International Indonesia sebagai mitra global, melalui donasi mobil Navara, untuk memelihara dan melestarikan kawasan Gunung Agung yang merupakan kawasan penting penyediaan air untuk banyak area di Bali.” Lanjut Koito

    Rencana ini bertujuan untuk mempromosikan pemeliharaan jangka panjang untuk pelestarian daerah aliran sungai serta membantu  stabilitas pasokan air bersih untuk pertanian dan masyarakat. Reforestasi juga akan membantu mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir.

    Vice President Konservasi Indonesia Ketut Putra menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyebut selama 10 tahun terakhir di Pantai Karangasem terjadi sedimentasi yang mengganggu pertumbuhan terumbu karang. Ia menduga tanah yang gundul bisa mengakibatkan sedimentasi. "Solusinya dengan melakukan reforestasi," ujarnya.

    Ketut menyebutkan jika reforestasi yang dilakasanakan harus mempedulikan perekonomiana warga sekitar. Dalam hal ini, Pihak Konservasi Indonesia akan menanam tanaman yang memiliki nilai keekonomian bagi warga sekitar seperti pohon nangka dan pohon intaran yang sudah banyak ditanam. "Reforestasi juga tak boleh membebani lingkungan," ujarnya.

    Simak: Bos Mitsubishi Pastikan Xpander Berbagi Platform dengan Nissan

    Anak Agung Ramaputra, Asisten II Bupati Karangasem mengatakan program reforestasi di Gunung Agung dari Konservasi Indonesia dan dukungan Nissan sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Karangasem. "Semoga reforestasi bisa menyelesaikan soal masalah kekurangan air saat musim kemarau," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.