PLN Gelar Kompetisi Mobil Listrik untuk Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot mengendarai mobil listrik Arjuna UGM saat diperkenalkan di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 26 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Pilot mengendarai mobil listrik Arjuna UGM saat diperkenalkan di halaman Balairung Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 26 November 2014. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) menggelar Kompetisi Mobil Listrik Indonesia Ke-IX mengangkat tema “Mobil Listrik sebagai Kendaraan yang Efisien, Ekonomis, dan Aman serta Ramah Lingkungan” di kampus Politeknik Negeri Bandung, Jalan Geger Kalong Hilir, Ciwaruga, Kota Bandung.

    General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana mengatakan program ini merupakan upaya PLN dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik.

    Baca: Jokowi Sebut Pengembangan Mobil Listrik Bertahap

    “Kami sampaikan pada para penggiat, pemerhati, dan komunitas kendaraan listrik bahwa PLN siap mendukung baik itu dari segi pasokan daya, sarana prasarana, dan lainnya, pokoknya kita siap,” kata Iwan, melalui siaran pers, Kamis, 23 November 2017. 

    Menurut Iwan, hal yang terpenting dalam pengembangan kendaraan listrik adalah kesiapan sumber daya manusia di Indonesia untuk menyerap teknologi dan mengembangkan kendaraan listrik yang siap digunakan masyarakat.

    Simak: Kemenperin: Indonesia Belum Siap Masuki Era Mobil Listrik

    “Kami yakin berawal dari kegiatan ini akan muncul inovator-inovator kendaraan listrik yang karyanya bermanfaat bagi masyarakat banyak. Itulah yang mendasari dukungan PLN bagi kegiatan kompetisi ini,” ujarnya.

    Ajang kompetensi mobil listrik ini rutin digelar setiap tahun oleh Politeknik Negeri Bandung dengan diikuti oleh perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 24 peserta se-Indonesia ikut dalam KMLI IX 2017.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.