Renault Kwid Jadi Mobil Listrik Murah di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Renault Kwid yang dipamerkan dalam acara Caikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, 14 Agustus 2017. Mobil Eropa yang diproduksi di India ini ditawarkan dengan harga terjangkau dimulai dari 119 juta rupiah on the road. TEMPO/Fajar Januarta

    Mobil Renault Kwid yang dipamerkan dalam acara Caikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, 14 Agustus 2017. Mobil Eropa yang diproduksi di India ini ditawarkan dengan harga terjangkau dimulai dari 119 juta rupiah on the road. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Renault akan meluncurkan mobil listrik murah di Cina. Rencana yang telah dipendam beberapa tahun ke belakang akhirnya terjadi.

    CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Carlos Ghosn mengatakan hal tersebut akan diwujudkan dalam bentuk mobil SUV kompak Kwid. Saat ini sebuah prototipe sedang dibuat.

    “Di Cina kita tidak bisa menjual Leaf. Itu terlalu mahal dan terlalu canggih. Tidak juga bisa menjual Renault Fluence. Apa yang bisa dijual di Cina? Mobil listrik murah,” kata Ghosn, dikutip dari Carscoops, Minggu, 26 November 2017.

    Baca: Renault-Nissan Kembangkan Mobil Listrik di Cina

    Ghosn menjelaskan saat ini para insinyur sedang mengembangkan Kwid dengan tenaga listrik untuk pasar mobil di Cina. Dia memastikan mobil ini akan menjadi mobil listrik yang sangat murah

    Kepala Renault Honcho tidak memberikan pernyataan tentang tanggal peluncuran, harga, dan spesifikasi Kwid versi listrik. Namun dia mengatakan bahwa Kwid listrik juga akan masuk ke negara berkembang.

    Simak: Rajai Pasar Mobil Listrik, Renault-Nissan Genjot Investasi

    “Begitu berhasil di Cina, tidak ada alasan tidak mengirim ke India, Brazil, dan Timur Tengah,” katanya.

    Kwid adalah produk pertama Nissan dan Renault berbagi platform. Di Indonesia mobil ini merupakan satu-satunya mobil Eropa yang dibanderol dengan harga Rp100 juta-an.

    Seperti diketahui, Nissan, Mitsubishi, dan Renault saat ini sudah tergabung dalam satu aliansi. Ketiga merek ini akan membuat satu platform bersama untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, termasuk juga dalam hal kendaraan listrik.

    Ghosn menceritakan bahwa pada awalnya Renault, Mitsubishi, dan Nissan memiliki rencana sendiri-sendiri soal pengembangan mobil listrik. “Tapi sekarang kami mengatakan, satu platform, satu set baterai, satu set motor,” kata Ghosn.

    Renault-Nissan-Mitsubishi bukan satu-satunya raksasa otomotif yang mengincar Cina untuk menjual mobil listrik murah. Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen juga memiliki keinginan serupa.

    Namun, VW tidak akan menggunakan merek sendiri untuk melakukan penetrasi di pasar Cina. Perusahaan ini telah menandatangani nota kesepakatan dengan Jianghuai Automobile Co untuk bersama-sama mengembangkan mobil listrik murah. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.