Kisah BLK Boyolali Juara Instruktur Otomotif dengan Keterbatasan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja. TEMPO/Prima Mulia

    Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Latihan ketenagakerjaan Kabupaten Boyolali berhasil merebut juara pertama instruktur Bidang Kompetisi otomotif Kendaraan Ringan tingkat nasional 2017 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan.

    Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) BLK Kabupaten Boyolali, Jasmanto, di Boyolali, Senin 27 November 2017, mengatakan instruktur dari BLK Boyolali yang berhasil merebut juara satu nasional tersebut yakni Eriawan (28) dalam kompetisi yang digelar di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang pada 21 hingga 25 November 2017.

    Jasmanto mengatakan meskipun BLK Boyolali memiliki peralatan yang terbatas, tetapi niat dan kerja keras membuat BLK tersebut meraih hasil yang maksimal.

    Baca: KADIN Ungkap Prioritas Implementasi Industry 4.0 di Otomotif

    "Kami bangga dengan hasil luar biasa salah satu instruktur BLK Boyolali menjadi juara nasional. BLK Boyolali rata-rata mampu meluluskan siswa pelatihan sebanyak 700 hingga 900 orang pertahun," kata Jasmanto.

    Kendati demikian, Jasmanto berharap pemerintah memberikan dukungan dengan peralatan yang memadahi untuk BLK sehingga dapat menghasilan seorang tenaga kerja yang terampil dan berkualitas siap kerja.

    Perlombaan kompetesi keterampilan instruktur Nasional IV 2017 Tingkat Nasional Bidang Kompetisi otomotif kendaraan ringan itu diikuti 32 provinsi.

    "Kegiatan yang dilombakan ada dua yakni metedologi mengajar dan pratek bidang otomotif di BLK. Dua penilaian itu, kompetesi sangat ketat dan saya kaget setelah menjadi juaranya," kata Eriawan Eriawan memberikan beberapa kiat kepada peserta pelatihan di BLK untuk menjadi orang yang profesional yakni selain rajin praktek, juga harus membaca buku manual juga pengetahuan media sosial soal perkembangan teknologi terkini.

    Menurut dia, para siswa di BLK Boyolali meski memiliki peralatan terbatas tetapi jangan menjadi kendala untuk kesuksesan, dan yang terpenting niat dan usaha keras untuk menjadi orang berkualitas.

    Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali Agus Partono, BLK Boyolali hanya memiliki 30 instruktur padahal idealnya memiliki 70 hingga 80 instruktur.

    "BLK Boyolali peralatan juga sudah terbatas, tetapi kami bisa menghasilkan tenaga kerja yang luar biasa, serta dapat menjadi pionir di Indonesia," kata Agus.

    Menurut dia, BLK Boyolali memiliki tujuh kejuruan yakni listrik, menjahit, otomotif, las, bubut, komputer dan prosesing.

    Baca: Pemerintah Minta Hyundai Produksi Sedan di Indonesia

    Selain itu, ia menyebut Boyolali tidak memiliki tenaga pengangguran karena sejumlah perusahaan yang berdiri di kabupaten itu masih membutuhkan tenaga kerja terampil.

    "Kami berharap BLK Boyolali ke depan menjadi percontohan nasional. Outputnya yang sudah menjadi alumnk BLK harus menghasilkan sesuatu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara