Pabrik Mobil Sokon Serap 2.000 Tenaga Kerja Lokal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glory 580 SUV 7 seater buatan Sokon yang akan dipasarkan pada Februari 2018. Tempo/Wawan Priyanto

    Glory 580 SUV 7 seater buatan Sokon yang akan dipasarkan pada Februari 2018. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Banten - Produsen mobil Sokon, PT Sokonindo Automobile, meresmikan pabrik barunya di Cikande, Serang, Banten, Selasa 28 November 2017. Awal tahun 2018, pabrik dengan kapasitas produksi sebanyak 50 ribu unit per tahun ini diharapkan menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja lokal.

    “Angka itu belum termasuk sekitar 4.000-5.000 orang tenaga kerja yang akan terserap pada operasional mata rantai produksi dan distribusi, mulai dari pemasok komponen kendaraan hingga ke jaringan dealer mobil,” kata Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile di sela-sela peresmian Pabrik Sokonindo Automobile.

    Baca: Sokon Glory 580 Dipasarkan Februari 2018, Ancam SUV Jepang

    Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 20 hektare dengan nilai investasi awal mencapai US$150 juta.

    Alexander mengatakan bahwa tahap awal pabrik yang mulai dibangun sejak 2014 ini memiliki kapasitas produksi sebesar 50 ribu per tahun.

    “Nilai investasi akan kami kembangkan di masa mendatang, terutama untuk engine plant dengan nilai investasi menjadi US$300 juta,” kata Alexander di sela-sela peresmian Pabrik Sokonindo Automobile.

    Saat ini, lanjut Alexander, Pabrik Sokonindo Automobile memproduksi mobil pikab SuperCab dan SUV 7 penumpang Glory 580.

    Baca: Sokon Glory 580, Pesaing Honda CR-V Berharga Rp 200 Jutaan

    Pikab SuperCap telah diperkenalkan pada pameran otomotif Indonesia International Motor Show 2017. Sedangkan SUV Sokon Glory 580 akan diluncurkan secaa resmi pada Februari 2018 dengan harga sekitar Rp 300 jutaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.