Pabrik Mobil Cina Sokon di Serang Gunakan Teknologi Robot

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perakitan di Pabrik Sokon salah satu pabrikan mobil asal Cina di Banten. Sumber: bisnis.com

    Proses perakitan di Pabrik Sokon salah satu pabrikan mobil asal Cina di Banten. Sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik baru PT Sokonindo Automobile, yang terletak di Serang, Banten, resmi memulai produksi mobil Sokon. Pabrik ini berdiri di lahan seluas 20 hektare.

    Fasilitas produksi ini memiliki tingkat otomatisasi tinggi. Semua proses dilakukan dengan lengan robot, mulai pencetakan (stamping), pengelasan (welding), pengecatan (painting), dan perakitan (assembling).

    Baca: Sokon Glory 580, Pesaing Honda CR-V Berharga Rp 200 Jutaan

    Pembangunan pabrik telah diselesaikan pada Mei lalu. Selain memproduksi kendaraan niaga ringan, pabrik ini akan memproduksi sport utility vehicle (SUV).

    "Ini merupakan smart factory berstandar internasional dengan tingkat kepresisian tinggi sekaligus memiliki daya saing yang tinggi juga," kata Alexanser Barus, Co-CEO PT Sokonindo Automobile di Serang, Selasa, 28 November 2017.

    Saat ini 90 persen dari tenaga kerja yang ada di pabrik merupakan karyawan Indonesia, yang terus-menerus mendapat binaan dan pelatihan agar menjadi tenaga kerja andal.

    Pabrik ini menciptakan 2.000 kesempatan kerja. Angka tersebut belum termasuk sekitar 4.000-5.000 orang pekerja yang akan terserap pada operasional mata rantai produksi dan distribusi, mulai pemasok komponen hingga jaringan dealer Sokon.

    Baca: Sokon Glory 580 Dipasarkan Februari 2018, Ancam SUV Jepang

    "Indonesia merupakan pasar utama bagi Sokonindo, sehingga produk terbaru dengan teknologi terbaru di masa datang rencananya dikenalkan di Indonesia untuk pertama kalinya," kata Franz Wang, Marketing Director PT Sokonindo Automobile.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.