Jumat, 17 Agustus 2018

Begini Kiat Tata Motors Agar Bisa Bersaing dengan Pabrikan Jepang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI)--lomba irit pelanggan pick up Tata Motors Super Ace, bertajuk Tata Super Ace Super Challenge (SASC) 2017 kembali digelar. Kali ini SASC diikuti oleh pemakai Super Ace di Jakarta, 26 November 2017. Dok Tata Motors

    Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI)--lomba irit pelanggan pick up Tata Motors Super Ace, bertajuk Tata Super Ace Super Challenge (SASC) 2017 kembali digelar. Kali ini SASC diikuti oleh pemakai Super Ace di Jakarta, 26 November 2017. Dok Tata Motors

    TEMPO.CO, JakartaTata Motors pabrikan mobil asal India masih kalah dalam penetrasi produk dengan pabrikan Jepang. Saat ini, produk otomotifnya pun terbatas dan hanya di segmen kendaraan niaga seperti pikap dan truk.

    Mereka benar-benar mengandalkan penetrasi Tata Motors khususnya di segmen kendaraan niaga yang merupakan strategi jitu. Salah satu produknya, yakni Tata Super Ace HT (High Torque) cukup diminati oleh para pelaku bisnis angkutan, khususnya di Indonesia Timur, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan beberapa daerah lagi lainya.

    Baca: Dibebani 1 Ton, BBM Tata Super Ace Tembus 23,17 Kpl

    Untuk menghadapi kompetitor, PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) melakukan strategi differensiasi produk, dengan meluncurkan produk-produk yang berbeda dengan kompetitor. Sebagai contoh misalnya pikap Tata Super Ace HT (High Torque), kendaraan niaga yang memiliki torsi besar ini memang sengaja didesain untuk konsumen yang menginginkan kendaraan komersial yang memiliki tarikan meisn  kuat, untuk mengangkut barang yang berat.

    Menurut Wilda Bachtiar, Commercial Vehicle Marketing Manager TMDI, Super Ace HT memiliki rasio gigi di gardan 4,88 atau lebih besar dibanding versi sebelumnya yang 4,11. Saat diuji coba dengan membawa beban berat 1,8 ton, Super Ace HT masih bisa menggunakan gigi 2 saat start awal. Sedangkan tipe reguler harus menggunakan gigi satu. 

    "Mobil ini kami luncurkan untuk memenuhi segmentasi mereka yang sering membawa barang sangat banyak dengan beban yang melebihi kapasitas pick up kecil, tapi ingin tenaganya tetap mumpuni. Nah ini solusi yang kami tawarkan. Efek yang ingin kami capai, agar mobil ini menjadi irit bahan bakar. Efek lainnya adalah konsumen bisa tetap menggunakan biaya operasional sekecil mungkin meski dengan angkutan yang lebih besar," ujar Wilda Bachtiar beberapa waktu lalu saat peluncuran.

    Tata Super Ace HT mengusung mesin diesel 1.400 cc, transmisi manual 5 percepatan, 70 Hp pada 4.500 rpm dan torsi puncaknya 135 Nm pada 2.500 rpm. Mobil ini dibanderol  Rp 126 juta. Selain pikap, TMDI akan merambah segmen kendaraan double cabin. Mobil Tata Motors ini dibuat berdasarkan survei konsumen di  Indonesia. Rencananya mobil tersebut adalah Tata Xenon dan diperkirakan akan meluncur pada Desember tahun ini.

    Baca: Pangsa Pasar Tata Motors Ditopang Penjualan Mobil Pikab

    "Pasar otomotif di Indonesia sangat besar. Kami memiliki komitmen tidak sekadar jualan dengan cara membuat barang sama yang sudah kami jual di India, tapi kami juga membuat yang diinginkan orang-orang di sini. Tata Super Ace adalah mobil yang hanya kami bangun berdasarkan riset untuk pasar nasional. Mobil ini tidak dijual di mana-mana, termasuk India," kata Presiden Direktur TMDI, Biswadev Sengupta.

    SWA.CO.ID

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.