Rabu, 21 November 2018

Wuling Menarik 938 Ribu Unit Produk MPV, Inilah Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil produksi Cina, Baojun 730, yang akan dipasarkan ke Indonesia dengan merek Wuling. (Foto: Tempo/Budi Setyarso)

    Mobil produksi Cina, Baojun 730, yang akan dipasarkan ke Indonesia dengan merek Wuling. (Foto: Tempo/Budi Setyarso)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wuling Motors Cina, perusahaan patungan dari SAIC-General Motors dan Wuling Automobile dikabarkan akan menarik sebanyak 938.686 unit Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti dilansir Reuters, Jumat 1 Desember 2017. Penarikan tersebut setelah terjadi masalah pada tangki bahan bakar menurut Badan Pengawas Kualitas Produk di Cina.

    Baca: Wuling dan Sokon Masuk Pasar Lokal, Ini Kata Menteri Airlangga

    Penarikan kembali untuk perbaikan atau recall terhadap 938.686 itu ditujukan untuk dua model mobil Baojun, MPV yang populer di Cina dengan penjualan lebih dari 2 juta unit pada tahun lalu. Di sisi lain, pihak GM belum memberikan komentar terkait masalah ini.

    Pada tahun ini terjadi sejumlah recall dalam jumlah besar atas produk roda empat di Cina, yang menjadi pasar mobil terbesar di dunia.

    Badan Pengawas Kualitas Cina mengatakan pada September, GM dan perusahaan Cina akan menarik lebih dari 2,5 juta kendaraan karena masalah kantong udara.Recall itu menyusul penarikan terhadap 4,86 juta kendaraan serupa oleh Volkswagen dan perusahaan patungannya di Cina.

    Baca: SUV Murah Buatan Wuling Siap Mengancam Pabrikan Jepang

    GM memproduksi kendaraan di Cina melalui usaha patungan bersama SAIC--yang menjadi produsen mobil terbesar di negara itu--serta usaha tiga arah untuk membangun mobil listrik yang disebut Wuling Baojun E100 guna memenuhi kuota kendaraan energi baru di Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.