Kamis, 26 April 2018

Harga Mobil Toyota dengan BBM Hidrogen 2 Kali Lipat Mesin Bensin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu mobil berbahan bakar hidrogen, Toyota Mirai. Sumber: Antara

    Salah satu mobil berbahan bakar hidrogen, Toyota Mirai. Sumber: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor mengumumkan rencana membangun stasiun pengisian bahan bakar hidrogen dan pembangkit tenaga sel bahan bakar terbesar di dunia. Rencananya hal tersebut akan dibangun di California, Amerika Serikat. Produsen mobil Jepang ini mengumumkan rencananya pekan lalu di Los Angeles Auto Show 2017. Rencana ambisius itu berbeda dengan tren dunia yang sedang sibuk beralih ke mobil listrik.

    Pengumuman rencana Toyota dilontarkan saat California tengah menyosialisasikan penggunaan sumber energi alternatif. Namun harga kendaraan berbahan bakar hidrogen yang tinggi ini akan menjadi tantangan.

    Baca: Keren! Ini Penampakan Utuh Toyota FT-AC Concept

    Biaya produksi Toyota untuk Mirai Hidrogen bisa mencapai dua kali lipat, klaim seorang insinyur pada pesaing yang membongkar dan menganalisis kendaraan tersebut. Secara khusus, biaya tangki hidrogen, dibuat dengan serat karbon ringan yang kuat.

    "Kami hanya mengumumkan apa yang kami yakin. Lebih banyak lagi kendaraan uji coba akan datang, dan kemudian kami segera terbang dengan cepat," kata Andrew Lund, Chief Engineer di Toyota Motor Amerika Utara, mengutip Reuters, Selasa 5 November 2017.

    Adapun meski telah mulai mengembangkan kendaraan listrik, Toyota terus mengejar mobil sel bahan bakar untuk menghindari risiko memfokuskan diri pada satu teknologi pada tahap awal persaingan untuk pengganti mesin pembakaran konvensional.

    Baca: Toyota Rilis Robot T-HR3 Generasi Ke-3 Bersaing dengan Asimo

    “Hidrogen akan dibutuhkan menggantikan mobil berbahan bakar fosil,” kata Lund yang memperkirakan akan segera melihat permintaan sel bahan bakar dari industri penerbangan.

    BISNIS


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.