Lexus Indonesia Jual 1.200 Unit Tahun Ini, SUV Jadi Andalan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lexus Rxt200. sumber: bisnis.com

    Lexus Rxt200. sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja mengatakan bahwa sektor otomotif di Indonesia masih penuh tantangan. Namun demikian, penjualan yang dicapai Lexus Indonesia dinilai cukup menggembirakan. "Hingga Desember ini optimistis bisa 1.200an unit ya," kata Adrian di Hotel Hermitage, Menteng, Jakarta, Selasa malam, 5 Desember 2017.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-Oktober 2017, Lexus Indonesia mencatat penjualan wholesales sebanyak 1.166 unit. Lexus mengisi segmen mobil premium bersama Mercedes-Benz, BMW, Infiniti, dan Audi.

    Baca: GIIAS 2017: Lexus Luncurkan LS 500 Perdana di Asia

    Dari angka itu, model RX200t menjadi yang terlaris dengan total penjualan sebanyak 910 unit, disusul NX200 (123 unit), LX570 (90 unit), IS300 (28 unit), ES250 (11 unit), RX350 4x4 (2 unit), dan LS600 hybrid serta IS250 masing-masing 1 unit. Penjualan tertinggi Lexus Indonesia dicapai pada Februari dengan angka 229 unit.

    Menurut Adrian, segmen SUV masih menjadi tulang punggung penjualan Lexus di Indonesia dengan model Lexus RX200t sebagai yang terlaris. Untuk beberapa model, lanjut Adrian, konsumen menunggu hadirnya model baru yang telah dipamerkan di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show, pada Agustus lalu. Satu di antaranya adalah Lexus LS500 terbaru. "Model ini akan datang pada January 2018," ujarnya.

    Simak: Lexus Sukses Catat Penjualan Rp 400 Miliar di GIIAS 2017

    Selain model LS500, Lexus Indonesia juga akan memasukkan bebera model baru. "Yang pasti kami juga akan menghadirkan model sedan ya, meski SUV tetap menjadi model yang paling dicari konsumen loyal Lexus di Indonesia," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.