Kamis, 26 April 2018

Pasar Otomotif Diprediksi Stabil Meski Ada Pilkada Serentak

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan interior mobil Mitsubishi Xpander ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, City Tangerang, 10 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Pengunjung memperhatikan interior mobil Mitsubishi Xpander ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, City Tangerang, 10 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilkada serentak yang digelar pada tahun depan diyakini tidak akan mengganggu pasar otomotif nasional. Sejumlah agen pemegang merek (APM) optimistis penjualan akan stabil kendati ada potensi kegaduhan politik.

    Division Head of Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pelaku usaha dan konsumen telah terbiasa dengan adanya kegaduhan politik. Sehingga, pilkada serentak dilakukan di berbagai daerah itu tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi.

    Baca: Pasar Otomotif 2017 Capai 1,11 Juta Unit

    "Kalau dilihat sejak dua tahun terakhir banyak agenda politik dan kegaduhan. Masyarakat sudah mulai terbiasa dan tidak akan berdampak terlalu besar [pada pasar kendaraan]," kata dia di sela-sela Workshop PT Astra International Tbk., di Semarang, Rabu, 6 Desember 2017. 

    Menurutnya, saat ini masyarakat dan pelaku usaha telah terbiasa menghadapi kericuhan politik. Jika ada faktor yang akan mengganggu penjualan, hanya kondisi makro ekonomi dan daya beli masyarakat.

    Simak: Tantangan Pasar Aftermarket Otomotif 2017

    Division Head Corporate Planning PT Astra Daihatsu Motor Rudy Ardiman menambahkan, kondisi ekonomi menjadi satu-satunya faktor yang mempengaruhi kinerja penjualan otomotif. Kendati ada agenda politik besar, sepanjang ekonomi kuat maka penjualan akan tetap stabil.

    “Kondisi ekonomi sangat berpengaruh ke pasar. Secara volume penjualan sangat fluktuatif yang tergantung dari kondisi ekonomi dan daya beli,” kata dia.

    Dia menambahkan, jika partumbuhan ekonomi masih berada di atas 5 persen maka penjualan kendaraan masih akan positif dengan kisaran volume penjualan mobil mencapai 1 juta hingga 1,1 juta unit. “Dilihat dari beberapa tahun terakhir tren memang seperti itu,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.