Jumat, 17 Agustus 2018

Ford Incar Pasar Mobil Listrik di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Ford. REUTERS/Mike Segar

    Logo Ford. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford Motor Company, berencana meluncurkan 50 kendaraan baru pada 2025 di Cina, termasuk di antaranya 15 kendaraan listrik. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan pasar penjualan yang akan beralih ke kendaraan listrik.

    Ford, di bawah kepemimpinan Jim Hackett, Chief Executive Officer (CEO) Ford yang baru, meninjau penjualannya di Cina yang lemah sejak beberapa tahun lalu. Perusahaan ini mulai melirik kemungkinan berfokus pada penjualan mobil listrik.

    Baca: Ford Bakal Punya 13 Mobil Listrik pada 2021

    Rencana tersebut merupakan antisipasi dari kebijakan yang akan dilakukan pemerintah Cina pada 2019. Pada tahun tersebut, pemerintah Cina berencana menekan produsen otomotif menciptakan mobil bertenaga listrik dan hybrid, lalu secara perlahan akan menghapus kendaraan dengan sistem pembakaran tradisional.

    Rencana itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Ford Cina sebanyak 50 persen. “Cina akan memimpin dunia dalam pengembangan mobil listrik, jadi Ford menginvestasikan sejumlah besar uang, baik di Cina maupun secara global, agar elektrifikasi membuahkan hasil,” ujar Bill Ford, Chairman Executive Ford.

    Simak: Ford Bentuk Perusahaan Patungan Kembangkan Mobil Listrik di Cina

    Pergeseran pada pasar Cina tersebut membuat beberapa produsen otomotif mulai bekerja sama dengan perusahaan kendaraan listrik. Ford sendiri telah bekerja sama dengan perusahaan kendaraan listrik asal Cina, Anhui Zotye Automobile.

    "Kami belum pernah melihat perubahan seperti yang kami lakukan hari ini," ujar Ford. "Semuanya terganggu oleh perkembangan tren, seperti ride-sharing dan mobil listrik.”

    REUTERS | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.