Ducati Monster yang Kekar Bisa Jadi Retro Cafe Racer

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ducati Monster berkonsep cafe racer hasil modifikasi dari bengkel Red Zone Company, Jalan Buaran Raya Nomor 10, Klender, Jakarta Timur, Jumat 8 Desember 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    Ducati Monster berkonsep cafe racer hasil modifikasi dari bengkel Red Zone Company, Jalan Buaran Raya Nomor 10, Klender, Jakarta Timur, Jumat 8 Desember 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    TEMPO.CO, Jakarta - Bengkel Red Zone Company telah lama berkecimpung dalam dunia sepeda motor custom, termasuk modifikasi Ducati Monster bergaya cafe racer. Kali ini, Red Zone Company melakukan ubahan terhadap sepeda motor Ducati Monster dengan konsep cafe racer

    "Basic-nya ini sepeda motor Ducati Monster tahun 2012," kata Timothy, pemilik bengkel Red Zone Company, saat ditemui Tempo di Kawasan Buaran, Jakarta Timur, Jumat, 8 Desember 2017.

    Baca: Modifikasi Yamaha Scorpio Bergaya Cafe Racer, Simak Ubahannya

    Timothy menjelaskan, pertama-tama, dia mengubah tangki bahan bakar. Tangki bahan bakar gaya retro yang dia gunakan itu adalah custom atau buatannya sendiri.

    Pada bagian kaki-kaki, ia menggunakan velg TK Bright dan ban Shinko. Warna yang dipilih pun warna gelap untuk memberikan kesan sangar dan misterius.

    Suspensi depan juga menggunakan custom. Sedangkan pada bagian belakang, monoshock bawaan motor aslinya sudah ditanggalkan dan diganti dengan produk aftermarket.

    Baca: Biaya Modifikasi Motor Bergaya Cafe Racer Minimal Rp 15 Juta

    Untuk memperoleh posisi duduk yang santai dan meninggalkan model menungging, Timothy memangkas sub-frame asli Ducati Monster dan membuat yang baru. Jok motor juga diganti dengan warna cokelat.

    Selain itu, ia memasang pijakan kaki (footstepcustom serta knalpot custom dengan berkelir hitam. Tromol di bagian depan dan belakang juga custom.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.