Minggu, 27 Mei 2018

Duel Yamaha Nmax vs Honda PCX, Ini Kata Bos Yamaha Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing meluncurkan Yamaha Nmax 155 model 2018 di Sirkuit Internasional Sentul, 9 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing meluncurkan Yamaha Nmax 155 model 2018 di Sirkuit Internasional Sentul, 9 Desember 2017. TEMPO/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Sentul - Persaingan skuter matic bongsor di Indonesia semakin panas usai Yamaha memperkenalkan versi terbaru dari Yamaha Nmas 155 model 2018 di Sirkuit Internasional Sentul, Sabtu, 9 Desember 2017. Rabu, 13 Desember 2017, giliran PT Astra Honda Motor (AHM) yang diyakini akan meluncurkan Honda PCX, rival sepadan Yamaha Nmax. 

    Senior General Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Hendry Wijaya mengatakan bahwa persaingan motor matic besar di Indonesia akan berkembang di mana mendatang. Hal ini dapat dilihat dari pabrikan lain yang juga mulai gencar memasarkan skuter berbodi bongsor. 

    Baca: Yamaha Nmax 2018 Meluncur, Simak Spesifikasinya

    “Saya pikir pasar akan lebih berkembang. Pasar skuter matik bongsor akan bertambah besar," kata Hendry kepada Tempo di sela-sela peluncuran Yamaha Nmax di Sentul.

    Selain harga, lanjut dia, pasar skuter matik bongsor juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti komunitas motor itu sendiri, brand, hingga kedekatan pabrikan dengan konsumen. "Konsumen di pasar ini rata-rata menengah ke atas, saya pikir marketing harus bisa adu pintar dalam berkomunikasi dengan konsumen," ujarnya. 

    Simak: Harga Yamaha Nmax 2018 Naik Tipis

    Hendry juga berpendapat bahwa munculnya pesaing akan membuat pemasaran skuter matik bongsor semakin menarik. “intinya persaingan adalah suatu hal bagus untuk pemicu kualitas dan mengembangkan pasar.”

    Hendry mengelak jika disebut peluncuran Yamaha Nmax model 2018 mendahului rival utamanya, Honda PCX. "Ini bukan bermaksud mendahului, tapi lebih dikarenakan hasil survei kebutuhan konsumen serta kesiapan produk tersebut untuk dijual kepada konsumen," tuturnya. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.