Yamaha: Konsumen Skuter Kecil Mulai Beralih ke Skuter Bongsor

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor sport matic terbaru Yamaha NMAX 150, saat peluncurannya di Sirkuit Sentul, Bogor, 10 Februari 2015. Motor yang diluncurkan pertama kali secara global di Indonesia, disokong mesin 150 cc injeksi berteknologi Variable Valvea Actuation (VVT) dengan sistem pengereman ABS yang dijual Rp 27.400.000 (OTR) Jakarta. ANTARA/Andika Wahyu

    Motor sport matic terbaru Yamaha NMAX 150, saat peluncurannya di Sirkuit Sentul, Bogor, 10 Februari 2015. Motor yang diluncurkan pertama kali secara global di Indonesia, disokong mesin 150 cc injeksi berteknologi Variable Valvea Actuation (VVT) dengan sistem pengereman ABS yang dijual Rp 27.400.000 (OTR) Jakarta. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Populasi skuter bongsor kelas 150 cc kian meningkat di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Meningkatnya populasi motor itu juga dibarengi pergeseran segmen pembeli yang awalnya hanya dari kelas menengah atas, kini meluas ke segmen menengah bawah.

    Senior GM Marketing Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Hendri Wijaya, menjelaskan bahwa skuter bongsor Yamaha Nmax awalnya menyasar kelompok konsumen menengah atas, atau yang sudah memiliki mobil namun membutuhkan motor sebagai transportasi alternatif.

    Namun sejak diluncurkan pada 2015, Nmax yang telah terjual sekira 560 ribu unit di Indonesia dan 140 ribu unit di pasar ekspor itu, ternyata juga menarik minat konsumen di segmen pembeli pertama, hingga kalangan menengah ke bawah.

    Baca: Yamaha Nmax 2018 Meluncur, Simak Spesifikasinya

    "Ini sudah luas banget segmennya. Awal-awal kami setting untuk menengah ke atas. Namun setelah menyebar, sekarang Anda lihat ibu-ibu pakai skuter begini, ojek online juga pakai NMax," kata Hendri seusai memperkenalkan Yamaha Nmax model 2018 di Sentul, Jawa Barat, Sabtu, 9 Desember 2017.

    "Banyak juga dari pembeli motor pertama, terutama di level anak muda," katanya kemudian menambahkan bahwa pengguna mobil juga banyak yang memakai skuter bongsor untuk menjaga gengsi.

    "Pemakai mobil kalau pakai motor yang kecil kan gengsi. Makanya banyak memilih yang lebih besar supaya mobilitas berjalan tapi kenyamanan dan gengsi juga terjaga," katanya.

    "Jadi saya susah kalau menyebutkan segmennya saat ini. Segmen menengah dan menengah ke bawah sudah memakai ini," jelas Hendri.

    Simak: Harga Yamaha Nmax 2018 Naik Tipis

    Di sisi lain, ia menjelaskan faktor harga tetap menjadi pertimbangan konsumen saat membeli kendaraan, apalagi dengan rentang harga Rp26-30 juta. Ia mengatakan populasi Yamaha Nmax didominasi tipe non-ABS dengan harga yang lebih terjangkau.

    "Tentu harga menjadi pertimbangan konsumen, selain faktor merek, komunitas, emosional dan lainnya," katanya.

    Yamaha Indonesia meluncurkan Nmax model 2018 dengan sejumlah pembaruan pada suspensi sub-tank, velg, tampilan spedometer hingga lapisan jok yang terlihat lebih sporty untuk menggaet calon konsumen baru.

    Yamaha menjual Nmax model 2018 dengan harga Rp26,3 juta untuk tipe non-ABS , dan tipe ABS Rp30,2 juta atau rata-rata naik Rp600 ribu ketimbang model sebelumnya.

    Kendati harganya naik, namun Hendri yakin dengan meningkatnya minat dan daya beli masyarakat maka target penjualan sebanyak 25 ribu sampai 30 ribu unit Yamaha Nmax per bulan akan tercapai.

    "Kami masih sesuai target produksi. Model upgrade ini 25 ribu sampai 30 ribu unit per bulan. Kira-kira seperti itu," katanya.

    "Kami juga harus paham bahwa mayoritas konsumen motor adalah kelas menengah ke bawah. Sehingga kami hati-hati memperhitungkan target dan kami realistis dengan target yang dituju," katanya.

    Ketika ditanya terkait persaingan pasar di kelas skuter bongsor 150cc pada tahun depan, Hendri menjawab, "market akan lebih berkembang, bakal besar pasarnya, tapi harga akan tetap jadi pertimbangan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.