Cerita Yamaha RX King Tengkorak, Ghost Rider dari Cileungsi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha RX King milik Bajay dimodifikasi sedemikian rupa dengan motif tengkorak. Sepintas, hasil karya Bajay ini mengingatkan kita akan film Ghost Rider. Motor Bajay menjuarai kontes modifikasi ekstrem peringatan 4 tahun komunitas RX King Jaelani, Minggu, 10 Desember 2017. Dok. Bajay Motor

    Yamaha RX King milik Bajay dimodifikasi sedemikian rupa dengan motif tengkorak. Sepintas, hasil karya Bajay ini mengingatkan kita akan film Ghost Rider. Motor Bajay menjuarai kontes modifikasi ekstrem peringatan 4 tahun komunitas RX King Jaelani, Minggu, 10 Desember 2017. Dok. Bajay Motor

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan motor Yamaha RX King memenuhi jalan di depan Rusun Rawa Bebek, kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur, Minggu, 10 Desember 2017. Sejak pagi motor yang disebut raja jalanan menuju lokasi acara. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Cimanggis, Depok, Karawang dan Lampung untuk menghadiri acara peringatan 4 tahun RX King Jaelani, sebuah klub motor khusus Yamaha RX King.

    Baca: Kustom Yamaha Scorpio Cafe Racer Butuh Biaya Rp 25 Juta

    Beberapa acara dilakukan di sana antara lain lomba dengan berbagai kategori seperti standard, airbrush, dan ekstrem. Pada kategori modifikasi ekstrim, juaranya adalah Bajay, seorang penggemar berat Yamaha RX King. Motor yang dibeli tahun 1996 sudah memenangi beberapa kompetisi. Bajay memang memiliki bengkel motor di Cileungsi.
    Botol oli samping Yamaha RX King yang dimodif menggunakan bentuk tengkorak dan tangan. Tempo/Maria Fransisca

    Tema yang diangkat pada kreasi motornya adalah tengkorak, dengan warna pilihan hitam, merah dan kuning. "Nggak banyak warna biar enak dilihat. Kesannya elegan, simpel tapi bagus." kata Bajay menjelaskan konsepnya.

    Beberapa bagian yang dimodifikasi adalah blok mesin. Ia memilih bahan krom yang diukir motif batik dan tokoh wayang, Semar. "Badannya semua saya batik penuh. Model batik ini pilihan saya sendiri. Ini inspirasi baru dari saya biar enggak ada orang lain yang pakai," kata Bajay.

    Botol oli samping berbentuk tengkorak dan tangan yang tengah mengenggam merupakan karya sendiri. Tutup tangki menggunakan model kalajengking. Pada stang ada lonceng yang bunyinya seperti tukang es. "Sekedar variasi." kata Bajay yang memiliki bengkel sendiri dengan nama 'Bajay Motor' di Cileungsi.
    Motor modifikasi milik Bajay yang memenangkan kategori modifikasi ekstrem pada acara ulang tahun ke 4 klub motor RX King Jaelani di depan Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur, 10 Desember 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    Knalpot yang dipilih berbentuk lobster berlapis krom. Velg yang digunakan adalah merek Rossi. Sedang untuk karburator adalah Keihin dengan venturi 34. Master untuk pengereman menggunakan merek beken Brembo, Bajay menyukainya karena bisa dilipat ke atas. Pilihan shockbeker jatuh pada Answer. Namun, bagian yang tidak diganti adalah ban. Ia tetap menggunakan IRC NR25.
    Yamaha RX King modifikasi di peringatan 4 tahun RX King Jaelani Community di Pulogadung, Jakarta Timur, 10 Desember 2017. Dok. Bajay Motor

    Baca: YIMM Meremajakan Tampilan Yamaha Aerox 155, Simak Perubahannya

    Ketika ditanya total biaya modifikasi Yamaha RX King, Bajay menolak menyebutkan. Namun pada beberapa bagian, ia menyebutkan biaya yang berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 6 juta. Sejauh ini, ia tidak berminat melepas motor tersebut meski banyak orang yang menawarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.