Renault F1 Ungkap Buruknya Performa Mesin Musim Ini

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Renault Nico Hulkenberg (Jerman) saat sesi latihan bebas di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, UEA, Jumat, 24 November 2017. (AP Photo).

    Pembalap tim Renault Nico Hulkenberg (Jerman) saat sesi latihan bebas di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, UEA, Jumat, 24 November 2017. (AP Photo).

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Kepala Renault F1 Cyril Abiteboul mengungkapkan produsen asal Prancis tersebut terlalu memaksakan mesin F1 buatannya untuk dipasangkan dalam kompetisi musim lalu. Padahal dia mengakui hal tersebut membuat sejumlah masalah yang terus berulang sepanjang musim 2017.

    Dia menjelaskan, hal itu terjadi karena mereka terlalu agresif meningkatkan kinerja dan kekuatan mesin, yang justru menjadi bumerang untuk timnya.

    Baca: Setelah F1 Jepang, Karier Jolyon Palmer di Renault Tamat

    Sejumlah masalah dikeluhkan tim konsumen Renault, seperti Red Bull dan Toro Rosso, yang seolah dibuat frustrasi dengan permasalahan mesin sepanjang musim lalu.

    Red Bull sudah beberapa kali menekankan perlunya perbaikan dari Renault pada tahun depan agar timnya bisa mengeluarkan performa terbaik di lintasan. McLaren juga menginginkan Renault menciptakan mesin yang kompetitif dan mumpuni untuk bertarung pada musim 2018.

    Simak: Renault Kwid 7 Penumpang Segera Hadir di India

    “Saya mengerti. Berbicara tentang Red Bull, mereka ingin mengembangkan mobil mereka, tapi jika mesinnya tidak dapat diandalkan, pengembangan itu tidak akan bisa dilakukan,” ujar Abiteboul.

    Dia juga menjelaskan, perbaikan pada mesin tersebut harus dilakukan bertahap. “Jadi saya pikir kita perlu melangkah selangkah demi selangkah. Pertama, kita harus melakukan banyak tes pada musim dingin. Saya pikir itu penting untuk setiap tim,” tuturnya.

    Abiteboul meyakini Renault sudah memiliki sejumlah teknologi baru untuk dipasangkan pada mesin mereka. Dia juga optimistis teknologi tersebut bisa membawa mereka bersaing dengan Mercedes.

    CRASH | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.