Diproduksi Lokal, Ini Part All New Honda PCX 150 yang Masih Impor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda PCX terbaru di Jakarta, 13 Desember 2017. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda PCX terbaru di Jakarta, 13 Desember 2017. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan produk All New Honda PCX 150 akan diproduksi di Pabrik AHM Sunter, Jakarta Utara. Meski demikian, hanya sekitar 95 persen suku cadang yang diproduksi di dalam negeri. Sisanya masih mengandalkan impor dari negara lain, yaitu Jepang dan Thailand.

    Baca: Ini Alasan AHM Masih Enggan Memproduksi Honda PCX Hybrid

    Lalu apa saja yang masih impor? President Director AHM Toshiyuki Inuma menjelaskan suku cadang yang dimaksud adalah yang membutuhkan proses cnc dan tingkat kepresisian yang tinggi. "Jadi biasanya yang butuh proses seperti itu adalah yang pakai sekrup kecil-kecil," ujarnya, Rabu 13 Desember 2017.

    Ia memastikan suku cadang yang diimpor sudah bukan part yang besar. Meski demikian, Inuma menjelaskan sebenarnya part tersebut bisa saja dibuat di Indonesia hanya saja beberapa bahan baku seperti bijih besi dan plastik yang dipakai masih impor. Kelemahan produk yang mengandalkan bahan baku impor mudah terpengaruh ketika terjadi fluktuasi mata uang. "Kalau ada fluktuasi rupiah akan berimbas pada manufacturing," ucapnya.

    Baca: 5 Keistimewaan All New Honda PCX 150 Buatan Astra Honda Motor

    Inuma melanjutkan, sentralisasi produksi part untuk All New Honda PCX 150 juga akan lebih murah jika menggunakan sistem sentralisasi. Sehingga prinsip membuat part yang banyak tentu akan lebih murah dibandingkan membuat part yang sedikit. "Namun yang pasti kami akan tekan rasio produk impor agar semakin mengecil. Produk Honda lokalisasi komponen sudah mencapai 95 persen, bahkan ada yang 99 persen," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.