Mobil Fast and Furious Tokyo Drift Nissan 350Z Dijual, Harganya..

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan 350Z, bintang film Fast and Furious Tokyo Drift. Sumber: Autotrader.co.uk

    Nissan 350Z, bintang film Fast and Furious Tokyo Drift. Sumber: Autotrader.co.uk

    TEMPO.CO, London - Nissan 350Z yang digunakan salah satu pemeran pembantu Fast and Furious Tokyo Drift, Takashi, raja Drifting di Jepang. Film yang menyodorkan aksi drifting dan aksi ini cukup populer di 2006. Bahkan, film ini telah mempopulerkan gaya drifting di negara-negara Asia.

    Koleksi mobil asal pabrikan Jepang ini dijual dalam situs jual beli di Inggris. Nissan 350Z tersebut menjadi salah satu mobil paling ikonik dalam film Fast and Furious series. Cat dan livery masih seperti yang muncul dalam film.

    Baca: Nissan Mampu Kalahkan Penjualan Mobil Honda dan Toyota di Cina

    Sebenarnya ada enam unit Nissan 350Z yang disiapkan Fast and Furious Tokyo Drift. Namun, hanya dua mobil yang aktif digunakan. Nissan 350Z yang dijual ini adalah mobil utama yang digunakan dari 2 mobil yang dipakai.

    Mobil ini telah banyak mengalami upgrade performa termasuk penggunaan mesin 3,5 liter v6 twin turbo APS. Selain itu penggunaan bodi menggunakan serat karbon, spoiler dan spion. Kemudian, penggunaan kit NOs yang bisa dilihat di Nissan 350z, namun hanya untuk kosmetik dan tidak akan menyuntikkan tenaga ekstra.

    Menurut spesifikasi yang dicantumkan, Nissan 350Z ini memiliki tenaga 276 bhp dengan akselerasi dari 0-60 mil per jam hanya 5,9 detik. Top speednya mencapai 155 mil per jam atau sekitar 250 kilometer per jam.

    Baca: Nissan Akan Menguji Taksi Robot Tanpa Supir

    Nissan 350Z ini telah memiliki jangkauan 17.703 kilometer. Penjualnya menawarkan mobil ini dengan harga £ 99,950 atau sekitar Rp 1,8 miliar diluar bea dan pajak impor.

    AUTOTRADER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.