Kemungkinan Menjual Mobil Listrik di Indonesia, Ini Kata Wuling

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wuling Confero S dipamerkan di GIIAS 2017. Mobil ini dijual mulai dari Rp 128 juta. Pameran ini diselenggarakan di ICE, BSD City, Tangerang, 10-20 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Wuling Confero S dipamerkan di GIIAS 2017. Mobil ini dijual mulai dari Rp 128 juta. Pameran ini diselenggarakan di ICE, BSD City, Tangerang, 10-20 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai produsen mulai mengembangkan produk mobil listrik mereka, salah satunya adalah Wuling, yang mempunyai produk bernama Baojun E100. Industri otomotif Cina mulai gencar memproduksi kendaran listrik, hal tersebut merupakan imbas dari pemerintah Cina yang akan menekan penjualan mobil berbahan bakar konvesional pada 2019.

    Baca: Confero Dikabarkan Jadi Taksi dan Travel, Ini Tanggapan Wuling

    Terkait rencana memproduksi mobil listrik untuk pasar Indonesia, After Sales of Director Wuling Motors, Taufiq S Arief, menyatakan pihaknya masih berfokus untuk mengembangkan mobil di kelas multi-purpose vehicle (MPV).

    “Untuk (kendaraan) SUV dan Electric nanti dulu ya, sekarang kita masih fokus sama Confero dan Cortez, kita fokuskan dulu penjualan ke produk yang sudah ada.” ujar Taufiq di sela-sela acara perkenalan Wuling Cortez pada Senin, 18 Desember 2017.

    Cindy Cai, Wakil Presiden VSSM Wuling Motors juga menekankan bahwa pihaknya masih akan berfokus pada kelas MPV di tahun depan. “Tahun depan kami masi bermain di kelas MPV, mengingat masih banyak yang bisa digarap di kelas ini.” Ujar Cindy.

    Baca: Soal Persaingan di Kelas MPV, Ini Tanggapan Bos Wuling

    Sebelumnya, Wuling baru saja memperkenalkan MPV terbaru mereka, Wuling Cortez, di Hotel Lor In, Sentul, Bogor. Cortez merupakan mobil MPV kedua Wuling setelah Confero yang diluncurkan pada Agustus 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.