Wuling dan Sokon Dinilai Akan Dorong Penjualan Mobil Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekterais Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar bersama Direktur Pemasaran PT Nichias Rockwool Indonesia, Ivan Kuntara, dan Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Muhammad Khayam memperhatikan contoh produk rockwool di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 14 September 2017. (Istimewa)

    Sekterais Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar bersama Direktur Pemasaran PT Nichias Rockwool Indonesia, Ivan Kuntara, dan Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Muhammad Khayam memperhatikan contoh produk rockwool di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 14 September 2017. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI Haris Munandar mengatakan munculnya pemain-pemain otomotif baru dari Cina, Wuling dan Sokon akan mendorong penjualan mobil tahun 2018. Ia memperkirakan angka penjualan mobil pada tahun 2018 akan naik hingga 1,2 juta unit.

    Kendati demukian, ia memperkirakan penjualan tahun 2017 tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2016 sebanyak 1,06 juta unit karena dalam 11 bulan terakhir angka penjualan wholesale baru mencapai 994.436 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

    "Tahun depan bisa menggeliat naik sampai 1,1 atau 1,2 juta unit. Walaupun tahun ini tidak akan sampai 1,2 juta, paling-paling 1,06 juta sampai mendekati 1,1 juta unit," kata Haris Munandar di di Bogor, Jawa Barat, Rabu 20 Desember 2017.

    Baca: Wuling Cortez di Cina Pakai Turbo, Tenaganya Luar Biasa

    Haris memperkirakan kenaikan angka penjualan pada tahun depan didorong dengan kondisi perekonomian yang terus membaik sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

    Hadirnya pemain-pemain otomotif baru dari Cina, Wuling dan Sokon, juga akan memperbesar pasar otomotif pada tahun depan, di samping para pabrikan lain yang gencar meluncurkan produk baru pada 2018.

    "Banyak produk baru, juga ada dua pemain dari Cina, Wuling dan Sokon," kata Haris.

    Hadirnya pabrikan asal Cina juga akan memperlebar pasar penjualan di segmen kendaraan penumpang (MPV) maupun kendaraan niaga karena Wuling dan Sokon menawarkan harga yang kompetitif sehingga mampu menarik minat konsumen.

    "Ada pelebaran pasar di segmen yang mereka mainkan. Orang masih fokus pada harga, dan mereka menyasar pasar itu," katanya.

    Haris juga memuji kinerja ekspor mobil 2017 dengan tersebarnya hasil produksi Toyota Indonesia ke sejumlah pasar ekspor antara lain Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.

    Baca: Test Drive Wuling Cortez: Mesin Bertenaga Berjibun Fitur Premium

    Untuk itu ia berharap model kendaraan yang diminati untuk pasar ekspor juga diminati oleh konsumen di Indonesia agar perusahaan bisa mengoptimalkan lini produksi di pabrik mereka. Termasuk model yang dijual Wuling dan Sokon.

    "Kami akan mendorong supaya model sedan lebih diminati lagi supaya juga laku di dalam negeri agar skala ekonominya tercapai," kata Haris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.