1.000 Toyota Transmover Segera Warnai Angkutan Kota di Jakarta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan baru, Grand New Veloz saat diluncurkan di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dua mobil MPV terbaru toyota, Grand New Avanza dan Grand New Veloz dikabarkan akan dijual dengan harga sekitar 170 jutaan hingga 220 jutaan. TEMPO/Praga Utama

    Penampilan baru, Grand New Veloz saat diluncurkan di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dua mobil MPV terbaru toyota, Grand New Avanza dan Grand New Veloz dikabarkan akan dijual dengan harga sekitar 170 jutaan hingga 220 jutaan. TEMPO/Praga Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun depan, Organda DKI Jakarta akan merevitalisasi angkutan kota (angkot), khususnya kendaraan mini bus. Revitalisasi itu didasarkan pada Permenhub 29 Tahun 2015 dan rencananya efektif per Februari 2018 seluruh angkutan umum harus minimal pakai AC.

    Toyota Avanza dan Wuling disebut-sebut sebagai kandidat untuk mengisi angkot yang diklaim memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang.

    Execuvite General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa Toyota Transmover memang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen di sektor angkutan publik. “Transmover memang didesain untuk transportasi publik, dan taksi,” kata Soerjo kepada Tempo, Jumat, 22 Desember 2017.

    Baca: Ngebut Naik Toyota Avanza, Ethan Hawke Diberondong Peluru

    Menurut Soerjo, saat ini sudah ada sekitar 1.000 unit Toyota Transmover yang dipesan untuk mengakomodasi kebutuhan di sektor transportasi publik. Maraknya taksi online juga dinilai mendorong entry level MPV ini terus berkembang. “Terdapat penyesuaian di mana untuk taksi online kendaraan yang dijadikan pilihan utama adalah kendaraan MPV,” ujarnya.

    Toyota Transmover telah diluncurkan pada akhir 2016. Model ini merupakan varian Toyota Avanza tetapi didesain untuk kebutuhan transportasi publik. Model ini bermesin 1.3liter yang diklaim hemat bahan bakar.

    Simak: 14 Tahun, Penjualan Toyota Avanza Tembus 1,6 Juta Unit

    Sementara itu, Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani mengaku hingga sampai saat ini pihaknya masih melakukan studi terkait rencana Wuling Confero dijadikan armada angkot. “Rencana itu memang sudah masuk, tapi hingga saat ini masih terus dipelajari,” kata Dian saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Desember 2017.

    Menurut Dian, Wuling Confero masuk ke perencaan pengganti angkot karena dinilai memiliki durability dan dukungan spare part yang baik. “Yang pasti salah satu perthitungannya adalah kompetitif dari sis cost operational,” ujarnya.

    Pada Juli lalu, Kementerian Perhubungan bersama perusahaan transportasi online Go-Jek dan Uber memasangkan penyejuk ruangan (air conditioner) gratis kepada 40 unit angkutan kota (angkot) di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto mengatakan, pemasangan AC ini dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

    Dalam peraturan tersebut, kata Pudji, ditargetkan pada 2018 seluruh angkot di Indonesia sudah dilengkapi dengan sistem pendingin. Pudji mengatakan, pemasangan AC ini bersumber dari dana sosial Go-Jek dan Uber.

    Menteri Perhubunga Budi Karya Sumadi mengatakan sesuai Permen 29 tahun 2015, tahun depan angkot-angkot di Indonesia sudah menggunakan AC dengan temperatur 20-25 derajat selsius. “Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi angkutan umum untuk segera melaksanakan arahan tersebut sehingga masyarakat semakin nyaman,” ujar Budi.

    Budi mengatakan, dengan fasilitas pendingin ini maka angkot akan kembali diminati masyarakat sebagai moda transportasi. “Mana mau orang Jakarta (naik angkot) kalau tidak ber-AC,” ujar Budi. Level pelayanan angkutan umum pun akan meningkat.

    Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mensosialisasi pengoperasian angkot yang dilengkapi dengan penyejuk udara atau air conditioner (AC). Diharapkan pada 2018, semua angkot di Bekasi sudah menggunakan AC. "Ini bagian dari pelayanan kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Senin, 15 Mei 2017.

    Penyejuk udara itu dipakai untuk membuat penumpang nyaman menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadi. Dengan begitu, ucap Yayan, kepadatan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.