Sejumlah Kendala Menghadang Proyek Mobil Listrik BLITS

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Listrik buatan Universitas Budi Luhur dan ITS kini sedang dalam proses perakitan. TEMPO/NAUFAL SHAFLY

    Mobil Listrik buatan Universitas Budi Luhur dan ITS kini sedang dalam proses perakitan. TEMPO/NAUFAL SHAFLY

    TEMPO.CO, Jakarta - Perakitan mobil listrik BLITS buatan tim Universitas Budi Luhur, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan tim bengkel Idek Yogyakarta sudah memasuki tahap penyelesaian sasis. Sejauh ini, Muhammad Nur Yulianto, dosen ITS, dan Kasih Hanggoro, Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti, membeberkan tantangan dan kendala dalam projek tersebut.

    Secara umum, kendala terbesar yang dihadapi adalah regulasi mengenai mobil listrik. “Regulasi di Indonesia yang saya tahu belum siap, karena di sini (Indonesia) belum siap, ya kita targetkan mobil ini mengaspal di luar negeri, jadi kita targetkan untuk tampil di Reli Dakar,” kata Hanggoro saat konferensi pers di Universitas Budi Luhur pada Kamis, 22 Desember 2017.

    Baca: Universitas Budi Luhur dan ITS Garap Mobil Listrik Reli Dakar

    Secara lebih luas, Nur mengatakan, tantangan bagi pelaku industri kendaraan di Indonesia adalah goodwill dari pemerintah, regulasi yang mematikan, serta perilaku masyarakat yang cenderung tidak percaya dengan produk buatan bangsa.

    Selain itu, secara khusus, Nur menjelaskan perakitan sasis merupakan salah satu kendala, karena sasis yang dipakai harus kuat dan lentur untuk dapat bertahan dalam kompetisi.

    Simak: Mobil Listrik Dahlan Iskan Jadi Materi Edukasi di Museum Angkut

    “Sasis harus kuat, karena menurut pengalaman mas Aang (sapaan akrab Kasih Hanggoro), mobil akan melaju di kecepatan rata-rata diatas 100 kilometer per jam, mobil akan jumping dua meter. Nanti mobil akan kita test drive bulan april.” ujar pria yang akrab disapa cak Nur.

    Selain itu, tim harus bisa membuat mobil yang kuat untuk kompetisi Dakar dengan pendanaan terbatas, diakui Hanggoro, total dana yang dikeluarkan untuk proyek ini tidak mencapai satu miliar.

    “Tidak tergolong mahal, (biaya) dibawah satu miliar. Apapun jika untuk bangsa, tidak bisa diukur dengan materi,” ujarnya.  

    BLITS ditargetkan rampung pada Februari 2018, nantinya mobil akan diuji coba sejauh 1.500 kilometer untuk mengetahui ketahanan mobil dan untuk evaluasi tim.

    Mobil listrik ini ditargetkan akan berkompetisi di Reli Dakar 2019. Kompetisi ini merupakan kompetisi tahunan yang digelar oleh Amaury Sports Organisasion. Dakar terbuka untuk pembalap amatir dan professional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.