21 Perusahaan Cina Patungan Bikin Mobil Pintar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat unit bus swakemudi diuji coba di Shenzhen, Cina bagian selatan, Sabtu, 2 Desember 2017. Mobil itu melintasi rute sejauh 1,2 kilometer dengan tiga pemberhentian khusus (halte). (news.xinhua.net)

    Empat unit bus swakemudi diuji coba di Shenzhen, Cina bagian selatan, Sabtu, 2 Desember 2017. Mobil itu melintasi rute sejauh 1,2 kilometer dengan tiga pemberhentian khusus (halte). (news.xinhua.net)

    TEMPO.CO, Shanghai - Sebanyak 21 perusahaan di Cina, termasuk produsen mobil milik negara, operator telekomunikasi dan raksasa teknologi, berencana membangun usaha patungan senilai 1 miliar yuan (US$ 152 juta) yang akan mengkhususkan diri dalam pengembangan mobil pintar dan terhubung internet.

    Di antara 21 perusahaan itu terdapat nama-nama besar seperti FAW Group, Dongfeng Motor Corporation, Chongqing Changan Automobile, China Mobile, China Unicom serta perusahaan induk raksasa Didi Chuxing, Beijing Xiaoju Technology. Nama-nama tersebut diajukan oleh Shanghai Baolong Automotive Corporation ke Shanghai Bursa Efek pekan lalu sebelum libur Natal dan Tahun Baru. Dongfeng dan FAW diketahui telah memiliki produk yang dipasarkan di Indonesia. 

    Baca: Mobil Pintar Bakal Picu Revolusi Industri Otomotif

    Baolong mengatakan bahwa masing-masing dari 21 pemegang saham akan menginvestasikan 50 juta yuan untuk ekuitas 4,76 persen, dengan pembayaran dijadwalkan akan dilakukan sebelum 31 Januari 2018.

    Menurut Baolong, perusahaan patungan yang berbasis di Beijing, yang untuk sementara dikenal sebagai China Intelligent and Connected Vehicle Research Institute, akan beroperasi secara independen. Ini akan melakukan program penelitian dan pengembangan nasional, membantu investor mengembangkan produk mereka dan menawarkan layanan konsultasi.

    Simak: Angkutan Swakemudi Lyft Mulai Beroperasi di Boston

    Yale Zhang, Managing Director Firma Konsultan Otomotif Foresight yang berbasis di Shanghai, mengatakan langkah ambisius tersebut merupakan langkah terbesar dalam industri otomotif, khususnya pengembangan mobil pintar dan terhubung ke Internet di Cina.

    "Kerja sama diperlukan dalam aspek ini, Anda tahu mobil pintar sulit bagi satu pembuat mobil untuk berkembang , tidak peduli seberapa besar mereka. Pembuat mobil akan merasa sedikit khawatir jika mereka terlalu mengandalkan platform raksasa teknologi seperti Google atau Baidu."

    Mobil cerdas dan terhubung internet adalah salah satu sorotan terpenting dalam rencana pengembangan otomotif Cina yang diluncurkan pada bulan April. Pada tahun 2025, Cina harus menjadi pemimpin global dalam mobil semacam itu, sesuai rencananya.

    Awal bulan ini, pemerintah merilis sebuah rencana untuk membangun platform yang andal dan aman untuk kendaraan cerdas dan terhubung internet yang dapat mendukung teknologi mobil otonom pada tahun 2020.

    Zhang percaya Cina kemungkinan besar akan mewujudkan tujuannya untuk mendapatkan kepala mulai dalam aspek ini berdasarkan beberapa faktor. "Misalnya, dalam dua tahun terakhir kita telah melihat lebih banyak profesional di bidang kecerdasan buatan. Pemerintah menempatkan banyak penekanan pada hal itu dan orang-orang Cina terbuka terhadap teknologi baru tersebut, jadi kemungkinan bagi Cina untuk menonjol. "

    Orang-orang di Cina memiliki perspektif yang paling positif dalam mengemudi otonom, seperti yang ditemukan oleh Ford berdasarkan survei baru-baru ini terhadap 9.042 orang dari sembilan negara dan wilayah.

    CHINA DAILY | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.