Kaleidoskop 2017: 5 Kendaraan Listrik yang Dipamerkan ke Publik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS)  di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Motor Gesits sepenuhnya dibuat oleh mahasiswa ITS Surabaya dan didukung oleh Garasindo. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Motor Gesits sepenuhnya dibuat oleh mahasiswa ITS Surabaya dan didukung oleh Garasindo. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Tren mobil listrik dan motor listrik memang sudah menyebar ke seluruh dunia. Hampir semua pabrikan telah berbondong-bondong melakukan riset kendaraan listrik yang sesuai dengan penggunaan sehari-hari. Dalam pameran Tokyo Motor Show, pabrikan asal Jepang dan Eropa sudah mulai memamerkan mobil listrik dan hybrid buatan mereka.

    Di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Perindustrian sedang menyiapkan aturan dan regulasi terkait kendaraan listrik. Ada wacana regulasi nanti akan memberikan keringanan bagi pabrik yang merancang atau membuat kendaraan listrik. Namun, hingga akhir tahun ini, pemerintah belum memberikan kepastian soal nasib regulasi tersebut.

    Produsen asal Jepang dan lokal Indonesia juga tak kalah bersiap dengan kendaraan listrik yang cocok di Indonesia. Pemerintah sempat menjanjikan akan ada 12 ribu Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Kenyataannya, jumlah SPLU belum sampai 12 ribu. Sehingga, produsen masih menunda memasarkan mobil listrik maupun motor listrik. Berikut ini desain kendaraan listrik yang dipamerkan ke publik:

    1. Gesits
    Sepeda motor listrik Gesits adalah kepanjangan dari Garansindo Electric Scooter ITS. Motor ini kolaborasi antara Garansindo dan Institute Teknologi Sepuluh November. Gesits menggunakan motor elektrik berdaya 5 Kilowatt dengan torsi 15 Nm pada 3.000 rpm. Motor ini menggunakan baterai lithium ion yang hanya membutuhkan durasi 3 jam untuk mengisi ulang daya. Saat baterainya terisi penuh, Gesits mampu menempuh jarak 80-100 kilometer dengan kecepatan 100 kilometer per jam.

    Gesits ini rencana akan dijual pada kuartal pertama tahun 2018. Awal peluncurannya, Gesits sempat dipatok harga sekitar Rp 20 juta namun kabar terakhir kisaran harga jual Gesits sekitar Rp 15 juta hingga Rp 17 juta.

    Riders dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersiap melakukan uji jalan sepeda motor listrik Gesits Jakarta-Bali di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, 7 November 2016. TEMPO/DENIS RIANTIZA

    2. Viar Q1
    Viar Q1 didukung teknologi dari Bosch, Jerman, yang diaplikasikan pada beberapa produsen sepeda motor listrik di dunia. Viar Q1 diklaim mampu melesat hingga 60 kilometer per jam dengan tenaga masksimum motor Bosch mencapai 800 Watts. Jarak tempun motor ini diklaim hingga sejauh 60 kilometer dengan waktu isi ulang (hingga penuh) 5 jam.

    Motor ini dijual dengan harga 16,7 juta (on the road Jabodetabek). Viar mengklaim, motor listrik Q1 termasuk hemat energi. Energi atau daya pada baterai tidak akan terpakai ketika kendaraan dalam keadaan berhenti dan hanya mengkonsumsi sedikit daya ketika lampu utama dinyalakan.

    Bupati Kab Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali mencoba mengendarai skuter listrik Viar Q1, Kamis, 30 November 2017. Dok. Viar.

    3. Yamaha E Vino
    Yamaha E Vino menggunakan baterai lithium-ion 50 volt. E Vino sanggup digunakan untuk melaju sejauh 35 kilometer. Pengisian baterai dari posisi kosong hingga terisi penuh memakan waktu hingga 3 jam. "Baterai yang digunakan merupakan baterai buatan Yamaha sendiri," kata Rangga Dimas Janitra, Divisi Service Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 1 November 2017.

    PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan sepeda motor listrik Yamaha E Vino di Jakarta, 1 November 2017. TEMPO/Grandy Aji

    4. Nissan Note E-Power
    Nissan e-Power menggunakan sumber pasokan energi listrik di baterai lithium-ion di mobil ini didapat dari mesin bensin berukuran kecil yang secara terus menerus mengisi daya listrik di mobil ini saat mobil ini dihidupkan dan dikendarai. Saat melaju, teknologi e-Power hanya menggunakan motor listrik berdaya tinggi, dan tidak menggunakan mesin bensin untuk menggerakkan kendaraan.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik Nissan Note e-Power di ICE, BSD City, Tengerang, Banten, Senin, 13 November 2017. Dok. Nissan

    5. Ezzy II
    Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan mencoba mobil listrik Ezzy II karya mahasiswa Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya saat meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto, Selasa, 19 Desember 2017. Mobil listrik ini menggunakan tenaga baterai sebesar 20 kWh dengan kemampuan jarak tempuh 130 kilometer (km). Selain itu, mobil ini bisa melaju dengan kecepatan maksimum 180 km per jam dengan pendistribusian berat yang jauh lebih stabil. Pada versi sebelumnya, Ezzy hanya mampu mencapai kecepatan maksimum 50 kilometer per jam dengan jarak tempuh hanya 25 kilometer.

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) melihat mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.