Minggu, 27 Mei 2018

Datsun Cross Akan Dirilis Desain Crossover Baru, Ini Tampilannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Datsun Cross yang akan world premiere pada Kamis 18 Januari 2018. Sumber: Dok Datsun

    Datsun Cross yang akan world premiere pada Kamis 18 Januari 2018. Sumber: Dok Datsun

    TEMPO.CO, Jakarta - Datsun akan segera meluncurkan Datsun CROSS yang telah lama dinanti pada bulan ini sebagai model unggulan baru pada line-up Datsun di Indonesia. World Premiere Datsun CROSS akan diselenggarakan di Jakarta pada Kamis 18 Januari 2018.

    Baca: Dua Mobil LCGC Ini Penyebab Market Share Datsun 2017 Anjlok

    “Datsun CROSS akan mengawali perjalanan baru dari segmen baru Datsun di Indonesia,” kata Eiichi Koito, Presiden Direktur PT. Nissan Motor Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa 2 Januari 2018. “Mobil ini adalah wujud semangat baru brand value Datsun yang ‘unstoppable’, dan juga komitmen Datsun kepada pelanggan di Indonesia”.

    Datsun Go-cross. TEMPO/Meiky Sofyansyah

    Didesain khusus untuk Indonesia, Datsun CROSS akan menciptakan segmen baru, berkat desain crossover dan ground clearance-nya yang tinggi. Kata “CROSS” mendefinisikan karakter kendaraan ini, yang mendukung berbagai gaya hidup pemiliknya. Desain keseluruhan bodinya yang smart dan compact membuat Datsun CROSS bergerak lincah, layaknya seorang atlet profesional.

    “Datsun CROSS merupakan generasi baru compact cross-over. Dengan desainnya yang stylish dan fitur-fitur canggih, Datsun CROSS akan menjadi partner yang sesuai untuk gaya hidup pelanggan baru kami”, lanjut Koito.

    Baca: Datsun Go Matik Sudah Bisa Dipesan, Harga Lebih Mahal Rp 15 Juta

    Dalam foto siluet yang disebar, Datsun CROSS akan menggunakan lampu yang lebih keren dengan day running light dan lampu kabut. Desain gril masih tak jauh beda dengan desain lama. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.