Honda Brio Satya LCGC Cetak Tren Positif Selama 4 Tahun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Brio Satya dalam peluncurannya, di Jakarta, Rabu (11/9). TEMPO/Imam Sukamto

    Honda Brio Satya dalam peluncurannya, di Jakarta, Rabu (11/9). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) menjadi satu-satunya agen pemegang merek Low Cost Green Car (LCGC) dua baris dengan Honda Brio Satya yang berhasil menjaga pertumbuhan positif. Sejak dikenalkan pada 2013 hingga November 2017, secara berurutan capaian tahunan Honda Brio Satya sebanyak 4.958 unit, 26.683 unit, 31.820 unit, 36.470 unit, dan 39.401 unit.

    Baca: Modifikasi Honda Brio Bergaya Rally Look Bermodal Rp 15 Juta

    Peminat LCGC dengan kapasitas dua baris penumpang cenderung berkurang pada dua tahun terakhir. Konsumen bergeser memilih mobil tanpa pajak ini dengan spesifikasi tiga baris penumpang.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tren tersebut mulai terjadi pada medio 2016. Kehadiran Toyota Calya dan Daihatsu Sigra mengubah peta kekuatan.

    Penjualan pabrik ke diler beberapa model yang memiliki dua baris penumpang mulai berkurang.

    Toyota Agya menutup 2016 dengan capaian turun 28,08 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menjadi 45.007 unit. Datsun dan Suzuki Wagon R secara berurutan turun 15,21 persen dan 16,37 persen.

    Baca: Suzuki Ignis Fenomenal Kalahkan Honda Brio di Kelas City Car

    Daihatsu Ayla pada tahun itu masih mencatatkan pertumbuhan positif. Namun pada tahun ini model tersebut turun 26,22 persen menjadi 27.291 unit. Sehingga tak mampu mengejar capaian Honda Brio Satya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.