Kasus Honda CRF 150L Terbakar di Bandung, Ini Penjelasan AHM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasus terbakarnya Honda CRF 150L di kawasan Bandung yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Kasus terbakarnya Honda CRF 150L di kawasan Bandung yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada penghujung tahun 2017, sosial media diramaikan dengan kasus terbakarnya motor adventure Honda CRF 150L, yang terbakar di kawasan Kampung Ulin, Lembang, Bandung. Deputy Head Corporate Communication Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbudin, mengatakan pihak AHM mengakui belum melihat dan mempelajari secara langsung penyebab terbakarnya motor tersebut. Namun, ia menyebut dugaan sementara motor tersebut terbakar karena modifikasi pemilik di bagian sistem pembakaran.

    Baca: Penjualan Trail: Honda CRF 150L Mulai Dekati Kawasaki KLX 150

    “Belum ada laporan, kami baru baca di medsos, pemilik melakukan modifikasi dengan mengganti sistem pembakaran injeksi dengan karburator,” ujar Muhib panggilan akrab Ahmad Muhibuddin saat dihubungi Tempo pada Rabu, 3 Januari 2017.

    Dirinya juga mengakui, semenjak dijual ke publik pada November lalu, pihak AHM belum pernah menerima laporan masalah ataupun kerusakan pada produk Honda CFR 150L

    “Secara produk, Honda CRF 150L enggak ada problem, semua produk yang sudah kita rilis ke publik sudah memenuhi standart quality yang kami tetapkan. Selama ini sih enggak ada masalah, kita enggak menerima keluhan apapun,” ujar Muhib.

    Ia juga menekankan kasus tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pemilik motor secara umum, untuk tidak melakukan modifikasi secara sembarangan, apalagi modifikasi yang dapat mengancam keselamatan. Agar kasus yang terjadi pada Honda CRF 150L tak terulang.

    Baca: 5 Motor Menarik 2017: Dari Honda CRF Hingga Kawasaki W175

    “Kasus itu bisa dijadikan pelajaran bagi pemilik sepeda motor agar tidak melakukan ubahan atau settingan motor di luar standar yang ditetapkan pabrik kecuali dengan orang-orang yang benar benar ahli. Kami tidak menyarankan untuk memodifikasi yang dapat membahayakan,” Muhib menjelaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.