Minggu, 27 Mei 2018

Kota di Cina Ini Siap Beralih ke Mobil Listrik dan Hybrid

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014.  ChinaFotoPress via Getty Images

    Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014. ChinaFotoPress via Getty Images

    TEMPO.CO, Wuhan - Pemerintah Ibu kota Provinsi Hubei di Cina Tengah, Wuhan, memiliki target menempatkan 40 ribu kendaraan energi baru (NEV) di jalan raya mereka pada tahun 2022. Kendaraan energi baru itu termasuk mobil listrik dan hybrid.

    Untuk merealisasikan rencana mereka, pemerintah setempat akan membangun 150 stasiun pengisian ulang baterai (charging station) dan lebih dari 70 ribu fasilitas pengisian.

    Baca: Insinyur Bosnia Buat Kendaraan Listrik Yang Bisa Dilipat

    Dengan rencana tersebut, pemerintah Wuhan berharap emisi karbon di kota mereka akan dibawah 173 ton pada tahun 2022.

    Selain itu, pemerintah Wuhan juga akan membuat rel transit network sepanjang 400 kilometer di tahun yang sama. Nantinya pembangunan tersebut ditargetkan melayani 50 persen penumpang kendaraan umum.

    Simak: Kisah Warga Belanda Keliling Dunia Pakai Mobil Listrik Tanpa Uang

    Wuhan adalah pusat industri otomotif dan rumah bagi podusen otomotif, Dongfeng Motor Corporation, yang merupakan salah satu pembuat mobil lokal terbesar di Cina.

    Industri berpolusi tinggi seperti semen, logam non-ferrous, gelas pelat, dan baja akan benar-benar dilarang pada tahun 2022. Sementara, industri jasa akan ditambah dan diperkirakan akan menghasilkan keuntungan US$ 185 miliar (US$ 1 = Rp. 13.500).

    CHINA DAILY | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.