Kamis, 24 Mei 2018

Tanda Kanvas Rem Sepeda Motor Harus Diganti

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rem cakram sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Ilustrasi rem cakram sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Rem adalah partisi penting bagi sepeda motor, yakni untuk menunjang keselamatan berkendara. Karenanya, pengendara wajib mengecek kondisi rem khususnya pada bagian kanvas yang merupakan salah satu part penting dan perlu diganti jika pemakaiannya sudah melebihi batas.

    Kondisi kanvas yang sudah habis dapat dilihat dari berbagai ciri-ciri kelayakan penggunaan. Untuk rem berjenis cakram, dapat diketahui dengan cara melihat ketebalan kanvasnya. Jika ketebalannya sudah menipis berarti kanvas sudah habis dan harus segera diganti.

    Baca: Cara Mengatasi Gas Sepeda Motor yang Tersendat

    “Kanvas rem cakram bisa terlihat secara visual, kalau sudah habis ketebalannya semakin berkurang,” kata Mohammad Hadi Nurhamim, Pemilik Bengkel F&D Audospeed kepada Tempo, Senin, 8 Januari 2018.

    Ilustrasi rem tromol (belakang) skuter matik. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Sementara untuk kanvas rem berjenis tromol, Nurhamim menjelaskan, salah satu cirinya adalah jika injakan atau tarikan rem sudah cukup dalam.

    “Kalau tromol, semakin kanvasnya habis maka semakin dalam injakan atau tarikan remnya,” ujar Nurhamim.

    Simak: Tip Memperbaiki Rem Cakram Sepeda Motor yang Seret

    Dirinya juga menjelaskan, ciri-ciri kanvas yang sudah habis yaitu adanya bunyi gesekan yang keluar setelah atau saat pengereman.

    Terkait hal tersebut, Nurhamim menambahkan, usia kanvas rem ditentukan oleh pemakaian, semakin sering sepeda motor digunakan maka kanvas rem pada sepeda motor tersebut akan semakin cepat habis.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.