Senin, 19 Februari 2018

Tanda Kanvas Rem Sepeda Motor Harus Diganti

Reporter:

Naufal Shafly

Editor:

Wawan Priyanto

Selasa, 9 Januari 2018 07:11 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanda Kanvas Rem Sepeda Motor Harus Diganti

    Ilustrasi rem cakram sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Rem adalah partisi penting bagi sepeda motor, yakni untuk menunjang keselamatan berkendara. Karenanya, pengendara wajib mengecek kondisi rem khususnya pada bagian kanvas yang merupakan salah satu part penting dan perlu diganti jika pemakaiannya sudah melebihi batas.

    Kondisi kanvas yang sudah habis dapat dilihat dari berbagai ciri-ciri kelayakan penggunaan. Untuk rem berjenis cakram, dapat diketahui dengan cara melihat ketebalan kanvasnya. Jika ketebalannya sudah menipis berarti kanvas sudah habis dan harus segera diganti.

    Baca: Cara Mengatasi Gas Sepeda Motor yang Tersendat

    “Kanvas rem cakram bisa terlihat secara visual, kalau sudah habis ketebalannya semakin berkurang,” kata Mohammad Hadi Nurhamim, Pemilik Bengkel F&D Audospeed kepada Tempo, Senin, 8 Januari 2018.

    Ilustrasi rem tromol (belakang) skuter matik. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Sementara untuk kanvas rem berjenis tromol, Nurhamim menjelaskan, salah satu cirinya adalah jika injakan atau tarikan rem sudah cukup dalam.

    “Kalau tromol, semakin kanvasnya habis maka semakin dalam injakan atau tarikan remnya,” ujar Nurhamim.

    Simak: Tip Memperbaiki Rem Cakram Sepeda Motor yang Seret

    Dirinya juga menjelaskan, ciri-ciri kanvas yang sudah habis yaitu adanya bunyi gesekan yang keluar setelah atau saat pengereman.

    Terkait hal tersebut, Nurhamim menambahkan, usia kanvas rem ditentukan oleh pemakaian, semakin sering sepeda motor digunakan maka kanvas rem pada sepeda motor tersebut akan semakin cepat habis.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.