Cina Recall Lebih dari 20 Juta Mobil Sepanjang 2017

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah airbag pada mobil Honda City yang tengah dikendarai oleh Rabiah binti Ibrahim pecah saat diperlihatkan di Slim River, Malaysia, 7 November 2016. Airbag yang rusak pada sejumlah mobil Honda tersebut, diproduksi oleh perusahaan Takata. AP Photo

    Sebuah airbag pada mobil Honda City yang tengah dikendarai oleh Rabiah binti Ibrahim pecah saat diperlihatkan di Slim River, Malaysia, 7 November 2016. Airbag yang rusak pada sejumlah mobil Honda tersebut, diproduksi oleh perusahaan Takata. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil di Cina menarik (recall) lebih dari 20 juta mobil yang diduga bermasalah pada tahun 2017. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak negara tersebut memperkenalkan undang-undang tentang penarikan mobil pada tahun 2004.

    “Total sebanyak 20,05 juta mobil terkena recall tahun lalu, naik 77 persen dari 2016,“ kata Yan Fengmin, Kepala Departemen Penegakan Hukum Pengawasan Mutu, Inspeksi dan Karantina, seperti dikuti dari China Daily, Selasa, 9 Januari 2018.

    Statistik menunjukkan bahwa 5,59 juta mobil terkenca recall pada tahun 2015 dan 11,34 juta pada tahun 2016. "Pertumbuhan tahunan lebih dari 50 persen dalam tiga tahun terakhir," kata Yan.

    Baca: Wuling Menarik 938 Ribu Unit Produk MPV, Inilah Penyebabnya

    Yan mengatakan sejak Cina mulai menerapkan peraturan recall pada tahun 2004, produsen mobil telah mengumumkan 1.548 penarikan kembali, yang melibatkan total 56,74 juta kendaraan.

    Masalah pada airbag dan sabuk pengaman menjadi penyebab utama di balik penarikan kembali pada tahun 2017. Yan mengatakan kantung udara Takata yang tidak sempurna dan diduga mudah meledak dalam kondisi tertentu menyebabkan 29 produsen mobil menarik kembali 9,87 juta kendaraan pada 2017 saja. Secara total, masalah ini menyebabkan penarikan kembali 19,52 juta kendaraan dari 38 perusahaan di seluruh Cina.

    Simak: Soal Recall Baojun di Cina, Ini Kata Wuling Motors Indonesia

    Secara global, sebanyak 120 juta mobil telah menggunakan airbag Takata yang diduga bermasalah. Amerika Serikat sejauh ini merupakan yang paling terpukul, dengan setidaknya 12 kematian dari 20 kasus yang tercatat di seluruh dunia. Sejauh ini, kantung udara yang rusak tidak melukai atau mengakibatkan korban meninggal dunia di Cina.

    Jutaan mobil lagi diperkirakan akan ditarik pada tahun 2018. Produsen mobil asal Jerman Volkswagen AG mengumumkan pada bulan September lalu bahwa mereka, dan mitra di Cina, akan menarik 4,86 juta mobil di Cina mengenai airbag Takata yang diduga bermasalah. Penarikan ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar otomotif di dunia.

    Simak: Honda Recall 900 Ribu Unit Odyssey 2011-2017, Inilah Penyebabnya

    Setelah kantung udara, masalah lain yang ditemukan pada mobil adalah powertrains yang rusak. Untuk kasus ini, lebih dari 4 juta mobil ditarik pada tahun 2017, mencakup 20,4 persen dari total pada tahun ini.

    Penarikan mobil yang disebabkan oleh masalah pada sistem kemudi dan peralatan listrik masing-masing sekitar 1,7 juta mobil, dan sekitar 800 ribu mobil ditarik kembali karena masalah bodi mobil.

    Yan mengatakan, meningkatnya kesadaran konsumen dalam melindungi hak mereka membantu pihak berwenang dalam penyelidikan yang mendorong penarikan kembali.

    Berdasarkan petunjuk dari sumber yang berbeda, badan pengawas kualitas setempat melakukan 43 penyelidikan terkait mobil pada tahun 2017, memaksa pembuat mobil untuk menarik 13,58 juta mobil, 68 persen dari total yang ditarik pada tahun tersebut.

    Simak: Satu Juta Mobil Direcall, Ini Penjelasan BMW Indonesia

    Yan mengatakan pihak berwenang juga memanggil 36 pembuat mobil untuk rapat tentang kantung udara yang diduga bermasalah, mendesak mereka untuk melakukan penarikan kembali.

    Dia menambahkan bahwa semua pembuat mobil yang menggunakan kantung udara Takata telah selesai melakukan pendataan dan mengeluarkan rencana recall pada akhir 2017.

    “Ini merupakan fokus utama dari pekerjaan pengawas mutu pada tahun 2018,” kata Yan.

    CHINA DAILY | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara