Toyota dan Mazda Akan Bangun Pabrik Baru di Amerika

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota-Mazda Bersiap Bangun Pabrik di Amerika

    Toyota-Mazda Bersiap Bangun Pabrik di Amerika

    TEMPO.CO, Washington - Toyota dan Mazda akan mendirikan pabrik baru senilai US $ 1,6 miliar (US $ 1 = Rp. 13.400) di Alabama, Amerika Serikat. Rencana tersebut terkait dengan permintaan Donald Trump yang menginginkan produsen membangun fasilitas baru di AS.

    Pabrik baru tersebut diperkirakan akan menghasilkan lowongan kerja untuk 4 ribu orang dan mampu memproduksi kendaraan sebanyak 300 ribu unit pertahun. Rencananya, pabrik baru tersebut akan rampung pada tahun 2021 dan mulai berproduksi di tahun yang sama.

    Baca: Mantan Pemimpin Toyota Tatsuro Toyoda Tutup Usia

    Hal tesebut juga diharapkan dapat dapat meningkatkan penjualan otomotif di Amerika yang pada tahun lalu turun sebesar 2 persen setelah sebelumnya mencatat rekor penjualan tertinggi di 2016. Pada tahun ini, diperkirakan penjualan akan tetap turun.

    Rincian paket pajak dan insentif yang diantisipasi untuk investasi tersebut belum diketahui. Dikutip dari Reuters, perusahaan tersebut mencari insentif minimal $ 1 miliar.

    Simak: Toyota Pamerkan Mobil Swakemudi Serba Guna Bertenaga Listrik

    Sebelumnya, presiden Donald Trump mengkritik rencana Toyota untuk mendirikan pabrik Toyota Corolla di Baja, Meksiko. Trump juga pernah mengkritik Toyota dan mengancam akan memberikan tarif masuk yang cukup tinggi jika produsen tersebut memasarkan Corolla di pasar AS.

    Pada bulan Oktober, Toyota mengatakan akan menurunkan investasi di pabrik yang akan dibangun di Meksiko sebesar 30 persen, menjadi $ 700 juta, dan mengurangi kapasitas tahunan  menjadi setengah dari 50 ribu unit.

    REUTERS | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara