Hyundai Masih Tertarik pada Pasar SUV, Ini Penjelasan Bos HMI

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mukiat Sutikno, Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia saat peluncuran Grand Avega dan New Sonata di Indonesia International Motor Show 2011 (Dok. HMI)

    Mukiat Sutikno, Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia saat peluncuran Grand Avega dan New Sonata di Indonesia International Motor Show 2011 (Dok. HMI)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menyatakan persaingan pasar sport utility vehicle (SUV) tahun ini akan sangat ketat. Sebab tahun lalu, segmen ini belum optimal karena beberapa produk unggulan belum ada pembaruan. HMI juga memiliki fokus pada penjualan SUV.

    “Di tahun ini ada beberapa produk baru, ini yang akan menjadi lebih menarik,” kata Presiden Direktur HMI Mukiat Sutikno kepada Bisnis, Rabu 10 Januari 2018.

    Baca: Cara Unik Hyundai Mencegah Pengendara Ugal-ugalan di Jalan

    Awal tahun ini, dua mobil yang telah lama bermain di kelas ini, Toyota Rush dan Daihatsu Terios baru saja meluncurkan pembaruan produk.

    Mukiat menjelaskan bahwa SUV memiliki nilai lebih di mata konsumen Indonesia. Persepsi publik atas mobil ini lebih tinggi dibandingkan mobil serbaguna (MPV) yang saat ini menjadi penguasa kendaraan bermotor roda empat dan lebih Indonesia.

    Umumnya pengguna SUV adalah orang-orang yang memiliki uang lebih untuk belanja otomotif dan perduli akan citra. Sebab mobil ini tampil lebih bergengsi dan maskulin. “Biar SUV yang sama-sama tujuh penumpang seperti MPV, pasti kesannya beda,” kata Mukiat.

    Baca: Hyundai Akan Bangun Pabrik di Indonesia

    Adapun berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), SUV adalah tulang punggung penjualan Hyundai sepanjang 2017, hingga November. Tucson dan Santa Fe berkontribusi sebanyak 387 unit atau 32,25 persen terhadap capaian perusahaan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.