Minggu, 27 Mei 2018

Yamaha Xmax Banyak Peminat Penjualan 2017 Tembus 10 Ribu Unit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha Xmax warna kuning diklaim naik daun. Warna ini terlaris kedua setelah Yamaha Xmax berwarna abu-abu. Januari 2018. Dok. YIMM

    Yamaha Xmax warna kuning diklaim naik daun. Warna ini terlaris kedua setelah Yamaha Xmax berwarna abu-abu. Januari 2018. Dok. YIMM

    TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha mengklaim penjualan ke diler atau wholesales sepeda motor tipe matik sepanjang tahun lalu di dalam negeri mengalami pertumbuhan ketika total penjualan tipe underbone dan sport  masing-masing mengalami penurunan dibandingkan dengan 2016. Salah satunya Yamaha Xmax.

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi sepeda motor merek Yamaha sepanjang 2017 tercatat sebanyak 1.348.211 unit atau mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya, yakni 1.394.078 unit.

    Baca: Order Online Yamaha Xmax Kembali Dibuka, Warna Kuning Naik Daun

    Dari total penjualan sepanjang tahun lalu, tipe motor matik mencatatkan penjualan sebanyak  1.052.76 unit atau tumbuh 4 persen dibandingkan dengan distribusi kendaraan roda dua jenis matik sepanjang 2016, yakni 1.011.252 unit.

    Sepeda motor matik Yamaha Xmax 250 cc yang baru dijual pada tahun lalu mencatatkan penjualan hingga 10.236 unit.

    Sementara total penjualan sepeda motor merek Yamaha tipe underbone sepanjang tahun lalu tercatat 126.750 unit atau turun sekitar 19,5 persen dibandingkan dengan 2016, yakni 157.546 unit.

    Adapun total penjualan sepeda motor tipe sport tercatat negatif 24,8 persen menjadi 169.385 unit pada 2017. Total distribusi kendaraan roda dua tipe sport merek Yamaha sepanjang 2016 mencapai 225.280 unit. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.