Daimler Restrukturisasi Perusahaan di Indonesia, Ini Strateginya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran truk heavy duty Mercedes Benz 2528C yang pertama kali dirakit di Indonesia oleh CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia Markus Villinger dan Wakil Menteri Ekonomi Edy Putra Irawady, di Pabrik Wanaherang, Bogor, 29 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Peluncuran truk heavy duty Mercedes Benz 2528C yang pertama kali dirakit di Indonesia oleh CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia Markus Villinger dan Wakil Menteri Ekonomi Edy Putra Irawady, di Pabrik Wanaherang, Bogor, 29 Agustus 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Daimler AG merestrukturisasi perusahaan di Indonesia. Induk perusahaan otomotif asal Jerman ini membagi lini usaha Mercedes-Benz ke dalam dua perusahaan.

    Per 1 Januari 2018 distribusi kendaraan niaga akan dipegang oleh PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). Sementara itu PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) akan fokus pada penjualaan mobil penumpang.

    Baca: Daimler Bangun Pabrik Perakitan SUV di Indonesia?

    Mengikuti hal tersebut, Markus Villinger diberikan tanggung jawab untuk memimpin penjualaan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia. "Akan ada banyak perubahan mulai dari sini. Pemisahan usaha ini akan membuat bisnis kami lebih mudah dan fokus," kata Presiden Direktur DCVI Markus Villinger di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

    Strategi ini menindaklanjuti keberhasilan Mercedes-Benz pada tahun 2017 lalu. Perusahaan mengklaim mencapai titik penjualan terbaik di Indonesia.

    "2017 merupakan tahun yang luar biasa bagi kami," kata Villinger.

    Simak: Rakit Truk Domestik, Mercedes-Benz Kembangkan Komponen Lokal

    Pembentukan DVCI bertujuan untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi pada tahun ini. Program pelayanan konsumen akan terus diperkuat melalui berbagai program menarik.

    Selain itu hal ini merupakan bukti keseriusan Daimler menggarap pasar Heavy Duty Truck (HDT) di Indonesia. Seperti diketahui, selain Mercedes-Benz, Daimler memiliki merek lain yang bermain di segmen kendaraan niaga Tanah Air, yaitu Fuso. Strategi ke depan, Fuso akan fokus mengisi pasar light duty truck (LDT) dan medium duty truck (MDT), sedangkan Mercedes-Benz mengisi ceruk pasar HDT.

    Adapun untuk fasilitas perakitan, DCVI akan mengandalkan PT Mercedes-Benz Indonesia. Merek otomotif asal Jerman ini merakit secara lokal truk Axor dan sasis bus di pabrik seluas 42 hektare di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.