Minggu, 27 Mei 2018

Kawasaki Ninja 250 Mulai Dikirim ke Konsumen Pertengahan Januari

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki Ninja 250, 12 Januari 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Kawasaki Ninja 250, 12 Januari 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Sentul - Kawasaki Motor Indonesia akan mengirimkan pesanan Kawasaki Ninja 250 ke konsumen pada pertengahan Januari 2018. KMI telah membuka inden Kawasaki Ninja 250 sejak acara peluncuran pertama pada Desember 2017.

    "Akan dikirim pada pertengahan bulan ini," kata Sucipto, Product Knowledge Kawasaki Motor Indonesia, di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Jumat, 12 Januari 2018.

    Baca: Kata Pembalap Soal Perbedaan Kawasaki Ninja 250 Baru dan Lama

    KMI telah menyegarkan model sport Kawasaki Ninja 250 dengan pembenahan pada semua sektor, dari sasis hingga mesin. Kini bobot motor berkurang drastis dari 172 kilogram menjadi 164 kilogram. Tenaga pun diperbaiki kini bisa tembus 39 hp dari sebelumnya hanya 34 hp.

    Sebelumnya, pembalap Kawasaki Manual Tech, A.M. Fadly, mengatakan ada sejumlah perbedaan besar antara Kawasaki Ninja 250 baru dan versi lama. "Motor baru ini lebih ringan, handling, dan mesinnya responsif," kata Fadly setelah menjajal Kawasaki Ninja 250.

    Simak: Di Jepang, Power Kawasaki Ninja 250 Baru Disunat Hanya 37 PS

    Ia mengungkapkan perbedaan antara versi lama dan versi baru hingga 85 persen. Menurut dia, respons mesin sangat berbeda dengan versi lama. Top speed yang mampu diraih di Sirkuit Sentul, kata dia, menyentuh hingga 169 kilometer per jam pada 14 ribu rpm tapi gas belum habis. "Kalau yang lama loading-nya agak lama, kalau versi baru power langsung keluar," ucapnya.

    Fadly mengatakan motor ini sangat cocok dengan kemacetan di Jakarta. Ia mengatakan motor ini sangat ringan dan tenaganya mudah diraih dari bawah hingga atas. Soal persaingan dengan Honda, ia meyakini Kawasaki Ninja 250 akan bersaing. Motor ini akan dijual Rp 61,9-72,4 juta.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.