Cina Hukum Produsen Otomotif yang Langgar Standar Emisi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi lalu-lintas mengarahkan para pengemudi saat dipenuhi kabut di Harbin, Cina, Senin (21/10). Indeks polusi yang mencapai PM 2,5 membuat sejumlah sekolah dan jalan tol ditutup. REUTERS/China Daily

    Seorang polisi lalu-lintas mengarahkan para pengemudi saat dipenuhi kabut di Harbin, Cina, Senin (21/10). Indeks polusi yang mencapai PM 2,5 membuat sejumlah sekolah dan jalan tol ditutup. REUTERS/China Daily

    TEMPO.CO, Shandong - Pemerintah Cina makin serius meningkatkan kualitas udara di wilayahnya. Tindakan terbaru yang ditempuh adalah memberikan hukuman denda terhadap produsen yang memproduksi kendaraan dengan emisi di bawah standar.

    Pengawas lingkungan Cina mengatakan pihaknya telah menghukum dua produsen mobil di Provinsi Shandong karena hal tersebut. Produsen itu adalah Kama Automobile Manufacturing dan Tangjun Ouling Automobile Manufacture.

    Baca: Kurangi Emisi, Toyota Kembangkan Pembangkit Listrik Hidrogen

    Kama Automobile Manufacturing disebut melakukan pelanggaran karena emisi pada delapan truk diesel ringan dan 318 truk diesel berat milik perusahaan melebihi standar yang ditetapkan pemerintah. Akibatnya, pemerintah menjatuhkan denda US$ 4,9 juta atau sekitar Rp 65,7 miliar.

    Adapun Tangjun Ouling Automobile Manufacture dikenakan denda 7 juta yuan atau sekitar Rp 14,4 miliar. Sebab, 109 truk yang diproduksi perusahaan tersebut memiliki pelepasan emisi yang melebihi standar.

    Simak: Mitsubishi Siap Bangun Pabrik Mobil Emisi Rendah di Indonesia

    Emisi dari kendaraan merupakan sumber utama polusi di Cina. Karena itu, pemerintah Cina mengeluarkan kebijakan baru yang menekan batas emisi untuk kendaraan berbahan bakar konvensional.

    Hal tersebut juga membuat beberapa produsen mulai mengubah strategi, yaitu dengan memproduksi kendaraan listrik. Pemerintah Cina juga menargetkan penghapusan kendaraan dengan bahan bakar konvensional pada 2022.

    Upaya lain yang dilakukan pemerintah Cina adalah menutup beberapa pabrik yang dianggap terlalu besar mengeluarkan polusi.

    CHINA DAILY | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.