Harga Toyota Rush Bekas Turun 15 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota New Rush (Dok. TAM)

    Toyota New Rush (Dok. TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga Toyota Rush generasi teranyar yang tidak mengalami kenaikan berimbas pada pasar mobil bekas. Strategi yang diterapkan PT Toyota Astra Motor (TAM) ini ternyata tidak menguntungkan pedagang yang menjual Rush edisi lawas dengan status tangan kedua dan seterusnya.

    Manajer Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan harga Rush bekas saat ini turun hingga 15 persen. “Daripada harga tetap, lebih baik turun sekalian,” katanya, Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Harga Toyota Rush 1.5 TRD Sportivo Model 2018 Turun Rp 3 Juta

    Herjanto menjelaskan jika TAM mematok harga Rush terbaru lebih rendah dibandingkan edisi sebelumnya, pasar akan sangat antusias. Hal ini akan membuat populasi Rush di jalan raya bertambah signifikan.

    Kondisi seperti itu akan menguntungkan para pedagang mobil bekas. Sebab, mobil akan banyak dicari dan harga yang bekas pun malah bisa naik.

    “Psikologis konsumen otomotif di Indonesia kan seperti itu. Kalau banyak di jalan, jadi ikutan ingin punya juga, biar bekas,” jelas Herjanto.

    Simak: Ini Dia Tipe Toyota Rush yang Paling Diincar Konsumen

    TAM membanderol low sport utility vehicle yang diperkenalkan tahun lalu tersebut mulai dari Rp239,9 juta, on the road Jakarta. Mobil ini memiliki 4 varian dengan harga tertinggi Rp261,3 juta.

    Toyota mengaplikasikan desain baru pada eksterior mobil ini. Tampilannya menyerupai dengan SUV medium yang beredar di pasaran.

    Toyota menghilangkan ban cadangan yang sebelumnya menempel di pintu belakang. Secara dimensi, panjangnya bertambah 15 milimeter. Namun, lebar mobil menyusut 50 mm dan tingginya juga turun 35 mm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.