6 Hal yang Harus Dilakukan Bagi Pencinta Trabas Honda CRF150L

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Astra Honda Motor meluncurkan All New Honda CRF 150L untuk pasar Indonesia, 9 November 2017. Motor ini bersaing dengan Kawasaki KLX 150. Dok. AHM

    PT Astra Honda Motor meluncurkan All New Honda CRF 150L untuk pasar Indonesia, 9 November 2017. Motor ini bersaing dengan Kawasaki KLX 150. Dok. AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - Para petualang atau pencinta trabas mendekati akhir tahun lalu memiliki pilihan motor untuk menyalurkan hobinya. PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan All New Honda CRF 150L sebagai pesaing Kawasaki KLX150 yang telah lebih dulu mengaspal di Indonesia.

    Dengan banyaknya pilihan, biker pecinta trabas tentu lebih mudah memilih motor sesuai karakteristiknya. Apalagi motor jenis trail ini cocok digunakan di jalan raya maupun jalanan berlumpur.

    Baca: Penjualan Trail: Honda CRF 150L Mulai Dekati Kawasaki KLX 150

    Karakteristik berkendara di jalan raya (On Road) jauh berbeda dengan cara berkendara di jalan berlumpur ataupun berpasir. Supaya tetap asik trabas alias menjelajahi jalanan menantang, ini dia saran dari PT Astra Honda Motor (AHM) bagi para penggiat motor trail dalam merawat sepeda motornya.

    1. Periksa minyak pelumas.
    Bagi para Off Roader, berkendara dengan sering membuka dan menutup handle gas merupakan hal yang lumrah bagi mereka pencinta adventure sesuai dengan kondisi jalan yang dilaluinya. Dengan karakter seperti itu kerja mesin lebihmaksimal dan mesin cepat panas sehingga oli mesin lebih mudah menguap. Oleh karena itu, disarankan menggunakan oli mesin dengan tingkat keenceran yang cukup tinggi seperti pada varian AHM Oil MPX-1 10W-30. Standar yang dikeluarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM), setiap 4.000 km disarankan melakukan pergantian oli mesin. Akan tetap para off roader harus lebih sering melakukan pengecekan dengan cara melihat stik level oli mesin apakah masih sesuai dengan standar ketinggian oli atau kurang dari standar. Jika ada dibatas bawah, maka tambahkan oli baru sampai dengan batas tengah.

    2. Atur ulang setelan gas dan handel kopling 
    Permainan gas merupakan hal sering dilakukan pada dunia off road. Setingan throttle gas atau tuas gas menjadi perhatian lebih bagi para off roader. Untuk mendapatkan tarikan motor yang responsif, para rider dapat mempertahankan jarak bebas tuas gas dengan jarak 2-6 mm. Hal serupa dengan handle kopling, permasalahan yang biasa terjadi adalah kopling slip pada dunia off road maupun on road. Hal ini dapat dicegah dengan cara menjaga jarak main bebas kopling sebesar 10-20 mm dan hindari penggunaan setengah kopling bersamaan putaran handle gas yang tinggi.

    3. Periksa rantai roda 
    Pencinta off road pasti sering mengalami gesekan pada rantai rodamotor anda, hal ini akibat hausnya pada rantai roda itu sendiri maupun swing arm kendaraan anda. Rantai roda yang kendor dapat mengenai secara langsung swing arm motor. Lakukanlah pengecekan pada drive chain slider pada bagian depan dan belakang dari swing arm motor anda serta lakukan pengencangan pada rantai roda anda sebelum bermainoff road. Hal yang kedua, jangan pernah mencuci rantai roda dengan minyak sembarangan namun cukup lumasi dengan chain lube untuk menjaga kehausan dari rantai roda.

    4. Periksa rim lock
    Rim Lock atau stopper ban atau yang sering disebut dengan enduro merupakan sebuah perangkat mekanis yang berfungsi untuk mengunci velg antara ban dalam dan ban luar, khususnya saat ban dalam keadaan pengurangan tekanan angin. Hal ini dapat berpotensi mengakibatkan slipnya ban dalam dan robeknya pentil ban kendaraan anda. Untuk All New Honda CRF150L, velg depan dan belakang motor ini sudah disediakan lubang yang dapat dipasangi oleh Rim Lock.

    5.  Periksa Steering Nut
    Motor trail ini memang sangat cocok untuk manufer loncat-loncatan. Namun rider harus sering mengecek pada steering stem dengan cara mencoba kelancaran dari steering kemudi, saat belok ke kanan maupu ke kiri. Jika steering stem kendaraan pada off roader mengalami seret atau terlalu kendor saat manuver berbelok, segeralah datang Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) sebagai bengkel resmi motor Honda untuk dilakukan setting atau pergantian bearing pada sterring stem.

    Baca: Kasus Honda CRF 150L Terbakar di Bandung, Ini Penjelasan AHM

    6. Kenali sistem injeksi atau pengatur bahan bakar
    Motor All New Honda CRF 150L telah dilengkapi dengan sensor bank angle yang berfungsi untuk mematikan mesin secara otomatis ketika motor mengalami kemiringan 55 derajat selama 5 detik saat motor terjatuh. Rider tidak perlu panik jika mengalami hal seperti ini. Cukup tegakkan lagi kendaraan, posisi kunci di off kan kemudian di on kan kembali dan lalu starter ulang motor anda. salah satu keuntungan lainnya, PGM-FI Honda dapat menyesuaikan kondisi lingkungan saat berkendaraan tanpa perlu mengatur campuran bahan bakar dan udarasaat berpindah-pindah lingkungan berkendara. Oiya, jika motor dalam keadaan miring karena gaya sentrifugal saat berbelok, mesin akan tetap menyala dan terus temani rider trabasan.

    Selamat bertrabas ria.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.