Bursa Mobil Bekas, SUV Mulai Diburu Konsumen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjualan mobil bekas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Penjualan mobil bekas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua mencatat kelangkaan model sport utility vehicle (SUV). Permasalahannya, volume model ini tidak berhasil memenuhi keinginan pasar mobil bekas.

    Menurut Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, SUV mulai banyak dicari karena harga jualnya mulai terjangkau. Toyota Fortuner tahun 2003-2004 bisa didapatkan dengan uang kurang dari Rp 150 juta. “Pajero, Fortuner CR-V, itu yang lagi ramai dicari,” katanya, Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Bursa Mobil Bekas OLX, Toyota Avanza Paling Diburu

    Meski begitu, dia tidak yakin kontribusi SUV di pasar mobil bekas akan mengalahkan multipurpose vehicle (MPV). Sebab, kendaraan yang identik dengan mobil keluarga itu secara populasi masih jauh lebih banyak dibanding SUV.

    Meski SUV tengah banyak dicari, Herjanto memperkirakan tren ke depan adalah mobil berkubikasi mesin kecil dengan kapasitas penumpang tujuh orang. “Orang akan cari yang irit, tapi muat banyak,” ujarnya.

    Simak: OLX: Penjualan Mobil Bekas Masih Dikuasai Toyota dengan 28 Persen

    Adapun Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan hal senada tentang SUV. Saat ini, SUV bisa terjual kurang dari 30 hari. Sebelumnya, kata dia, rata-rata iklan SUV bisa bertahan 40-60 hari.  “Cuma, kalau bicara SUV, suplainya belum ada kenaikan,” ucapnya.

    Halomoan menilai kondisi ini terjadi karena populasi SUV tidak sebanyak MPV. Penjualan mobil baru yang memiliki ciri ground clearance tinggi ini baru mulai naik signifikan pada 2016. Sedangkan biasanya masyarakat menjual mobilnya setelah pemakaian 3-4 tahun.

    “Mungkin stok mobil bekas SUV bisa stabil dengan permintaan pada 2019,” tutur Halomoan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.