Gaikindo Turunkan Target Penjualan Mobil Niaga, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Sales Promotion Girl berpose didepan kendaraan truk yang dipamerkan dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia yaitu International Motor Show di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, (20/9). TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah Sales Promotion Girl berpose didepan kendaraan truk yang dipamerkan dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia yaitu International Motor Show di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, (20/9). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menurunkan target penjualan kendaraan niaga segmen truk dan bus tahun ini. Pada 2017, penjualan truk dan bus mengalami pertumbuhan menyakinkan sekitar 50,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan tahun ini, Gaikindo hanya mematok pertumbuhan 45 persen.

    Baca: Gaikindo Surati Kemenhub Soal Uji Emisi Euro4, Ini Isinya

    Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pertumbuhan penjualan kendaraan niaga dapat terus berlanjut jika pemerintah melakukan terus melakukan pembangunan infrastruktur sepanjang tahun ini.

    “Kalau bisa berkelanjutan, berkesinambungan infrastruktur pembangunan Indonesia, saya harapkan mungkin 40-45 persen lagi naiknya,” kata Jongkie, Jakarta, Selasa 16 Januari 2018.

    Dia menjelaskan, kondisi politik sepanjang tahun ini tidak akan berpengaruh terhadap penjualan kendaraan niaga sepanjang tidak ada huru-hara seperti yang pernah terjadi pada Mei 1998.

    Baca: 186.859 Mobil Honda Terjual Sepanjang 2017, Brio Terlaris

    Pertumbuhan penjualan kendaraan niaga, dia meyakini, dapat terus terjadi sepanjang tahun ini karena kondisi positif sepanjang tahun lalu seperti harga komoditas dapat terus berlanjut pada 2018. Namun, kata dia, kemungkinan tak sekencang tahun lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.