Kamis, 18 Oktober 2018

Penjualan BMW 2017 Naik 11 Persen, Jenis SUV Melonjak Tajam

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat BMW Klaus Frohlich memperkenalkan BMW i8 Roadster (tengah), dan  i Vision Dynamics di pameran otomotif Los Angeles Auto Show, Rabu, 29 November 2017 di Los Angeles, Amerika Serikat. (AP Photo)

    Pejabat BMW Klaus Frohlich memperkenalkan BMW i8 Roadster (tengah), dan i Vision Dynamics di pameran otomotif Los Angeles Auto Show, Rabu, 29 November 2017 di Los Angeles, Amerika Serikat. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW, pabrikan mobil asal Jerman, mencetak pertumbuhan 11,73 persen di Indonesia. Pabrikan yang turun di Formula One ini membukukan penjualan pabrik ke dealer atau wholesale sebanyak 2.880 unit.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BMW Seri 3 masih menjadi tulang punggung perusahaan. Varian model ini menyumbang 32,57 persen atau 912 unit sepanjang tahun lalu. Disusul oleh X1 sDrive18i dengan 868 unit (31 persen), Seri 5 359 unit (12,82 persen), dan X5 xDrive30i 4x4 288 unit (10,29 persen).

    Baca: BMW Unggul di Eropa, Mercedes-Benz Jawara di Amerika

    Kendati sedan masih menjadi tulang punggung penjualan, kontribusinya terhadap perusahaan menurun dibandingkan dengan 2016. Pada 2017, sedan menyumbang 54,54 persen atau turun dari posisi setahun sebelumnya yang sebesar 57,66 persen.

    Sementara itu, total penjualan sport utility vehicle (SUV) BMW naik dari 42,34 persen menjadi 45,46 persen. BMW Group Indonesia mengatakan hal ini disebabkan oleh konsumen merek premium mulai melirik SUV.

    Baca: BMW Seri 3 Mobil Paling Banyak Dicari di Eropa, Ini Alasannya

    Adapun pertumbuhan BMW tahun lalu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan otomotif domestik. Sepanjang tahun lalu, pasar mobil hanya naik tipis 1,56 persen menjadi 1,07 juta unit.

    BISNIS


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.