Royal Enfield Redditch Kembali ke Era 1950-an

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royal Enfield Redditch 350 (Royal Enfield)

    Royal Enfield Redditch 350 (Royal Enfield)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah diluncurkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, sepeda motor Royal Enfield Classic seri Reddicth telah  membangkitkan antusiasme penggemar sepeda motor di Indonesia.

    Classic Redditch tersedia dengan warna merah, hijau dan biru yang terinspirasi dari skema cat pada sepeda motor Royal Enfield era 50-an yang diproduksi di kota Reddicth, Inggris, tempat kelahiran sepeda motor ini.

    Kota Redditch terkenal pada masa Revolusi Industri karena keunggulan produksi jarum dan pancingnya. Kota itu adalah lokasi pertama Royal Enfield dengan mesin diluncurkan pada 1901.

    Baca: Royal Enfield Hentikan Penjualan Continental GT di India

    Menjadi saksi bisu dari puncak Perang Dunia kedua tahun 1942, kota Redditch melahirkan banyak ahli-ahli mesin terampil dalam membuat bagian presisi pada drills, mesin pemotong gear, welding rigs, dan mesin bubut di pabrik bawah tanah Royal Enfield.

    Pabrik itu didirikan di lokasi tambang batu yang telah ditinggalkan di Westwood, dekat Bradford, Avon pedesaan Wiltshire.

    Pabrik bawah tanah Royal Enfield tahan ledakan bom sehingga cukup aman tidak hanya untuk memproduksi motor, namun membuat anti-aircraft guns termasuk alat prediksi pengendalian senjata anti-aircraft yang akurat.

    Meski berada di bawah tanah, pabrik Royal Enfield secara khusus menyediakan ruangan bagi pekerja agar tetap memperoleh sinar matahari langsung.

    Simak: Inilah Kelemahan Mesin Royal Enfield yang Dipakai di Motor Jokowi

    Menariknya, karena mayoritas pria di Inggris sudah terdaftar dalam angkatan bersenjata, mayoritas para pekerja di Westwood adalah wanita dan banyak diantaranya dilatih langsung oleh ahli dari Redditch.

    Pecahnya Perang Dunia mengakhiri rencana produksi sipil untuk Royal Enfield Redditch. Pada masa perang ini, semua warga dan produsen di Inggris ikut bergabung, termasuk Royal Enfield yang menghentikan produksi sepeda motor sipil dan mengembangkan sepeda motor khusus yang disebut ‘Flying Flea’.

    Meski cat berwarna hijau zaitun yang dianggap membosankan, para pasukan bangga mengenakan lencana tangki Royal Enfield. Motor tersebut segera diadopsi angkatan bersenjata Inggris, khususnya pasukan terjun payung.

    Royal Enfield yang dikenal sebagai model WD/RE dirancang khusus sehingga dapat dijatuhkan ke wilayah musuh untuk membantu pasukan udara dalam membangun jalur komunikasi.

    Kemampuan rangka motor 125cc 2-stroke ini membuat Flying Flea mampu diturunkan tepat di belakang garis lawan sehingga memberikan keuntungan mobilitas dan komunikasi yang penting bagi pasukan terjun payung yang terkenal pada pertempuran Arnhem pada tahun 1944.

    Simak: Inilah Bentuk Asli Motor Royal Enfield Chopper yang Dibeli Jokowi

    Setelah masa perang, pabrik bawah tanah Royal Enfield tetap mengelola suku cadang yang akhirnya melengkapi semua komponen sepeda motor. Di bawah kendali perusahaan yang baru dibentuk, Enfield Precision Engineering, fasilitas tersebut hanya memproduksi motor pencegat antara tahun 1967 dan penutupannya pada tahun 1970.

    Beberapa mantan karyawan Enfield kemudian mengambil alih bagian Westwood dan menggunakannya sebagai bengkel selama dua dekade. Area penyimpanan sampai saat ini masih digunakan oleh perusahaan keamanan swasta sebagai fasilitas pengarsipan dan loker.

    Beberapa mesin dan peralatan dari pabrik bersejarah masih bisa ditemukan di lokasi yang merupakan peninggalan dari pabrik awal Royal Enfield. Itulah yang menjadikan motor Royal Enfield Classic Redditch mendapatkan tempat spesial dalam sejarah sepeda motor di Inggris.

    Model Royal Enfield pun kembali ke jalur sipil guna memberikan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat. RE monogram kini dimasukkan ke dalam desain sayap flamboyan yang menghiasi sisi masing-masing tangki bensin.

    Pada 1950, sepeda motor ini dilengkapi telescopic fork dan setahun kemudian dilengkapi gearbox yang dioperasikan dengan kaki.

    Mesin yang didesain ulang dihiasi logo RE, sebagai karakter yang berlanjut sepanjang produksi model ini karena telah berkembang menjadi Ensign 150 dan Touch 2-stroke dari tahun 1950an sampai memasuki awal 1960an.

    Simak: Royal Enfield Thunderbird 500X: Klasik, Simpel, dan Ringan

    Pada tahun 1950-an, pabrik Royal Enfield bereksperimen dengan banyak warna pada sepeda motor, ada nuansa warna yang lembut namun ada pula warna yang mencolok dan berani.

    Pada akhir dekade ini, tercipta tiga nada warna yakni hijau, merah dan biru yang muncul pada model Crusader, Clipper, Bullet dan Meteor Minor. Nuansa kuat dan warna yang mencolok itu menekankan kontur elegan dan desain mesin modern.

    Rangkaian seri Royal Enfield Classic Redditch pada 2017 membawa kembali era tersebut dengan menghadirkan ragam warna orisinal. Sensasi Redditch dari masa lalu masih dapat dirasakan secara nyata pada tampilan dan nuansa Royal Enfield hingga hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.