Cina Operasikan Truk Swakemudi di Pelabuhan Zhuhai

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah truk melintas membawa kontainer di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Senin (2/1). TEMPO/Fahmi Ali

    Sebuah truk melintas membawa kontainer di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Senin (2/1). TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Zhuhai - Cina telah melakukan langkah signifikan dalam transportasi pelabuhan dengan menggunakan truk tanpa sopir (truk swakemudi) untuk mengangkut kontainer di Pelabuhan Zhuhai, Provinsi Guangdong. Truk yang mulai beroperasi pada Selasa, 23 Januari 2018, itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem pelabuhan cerdas tak berawak di masa depan.

    Truk buatan dalam negeri itu terlihat seperti truk biasa pada umumnya. Bedanya, truk itu tidak memerlukan pengemudi. Truk ini digunakan untuk memindahkan kontainer dari area bongkar muat ke penampungan kontainer dengan kecepatan standar sekitar 30 kilometer per jam.

    Baca: Toyota Pamerkan Mobil Swakemudi Serba Guna Bertenaga Listrik

    Berdasarkan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan startup Westwell Lab yang berbasis di Shanghai, kendaraan sepanjang 18 meter tersebut dapat secara otomatis menavigasi, menghitung rute terbaik, menghindari rintangan, dan menghadapi keadaan darurat dengan melambat, mengerem, atau mengambil jalan memutar.

    CEO Westwell Tan Limin mengatakan truk swakemudi "hampir 100 persen aman". Dipandu oleh Beidou Navigation Satellite System, sensor dan radar, dapat mencapai tingkat akurasi dalam dua sentimeter.

    Menurut dia, teknologi swakemudi untuk transportasi pelabuhan lebih sulit daripada untuk kendaraan penumpang karena beberapa jalan di area penampung kontainer hampir sama lebar dengan truk. Hal ini membuat navigasi sulit, bahkan untuk pengemudi berpengalaman.

    "Kemajuan transportasi diperlukan di pelabuhan karena throughput kontainer di pelabuhan Cina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, memberikan tekanan yang luar biasa pada sumber daya dan pengangkutan transportasi yang ada," kata Tan.

    Simak: Volvo Akan Pasok Puluhan Ribu Mobil Swakemudi untuk Uber

    Sebuah pelabuhan berukuran sedang dengan kapasitas 2 juta unit membutuhkan sekitar 200 truk kontainer dan empat pengemudi untuk setiap truk. Pembayaran tahunan untuk setiap pengemudi sekitar 60 ribu yuan (US$ 9.372) sampai 120 ribu yuan.

    Banyak kota di Cina, seperti Qingdao di Provinsi Shandong dan Tianjin, bersaing membangun pelabuhan pintar. Port otomatis tradisional perlu memodifikasi banyak fasilitas, seperti pelebaran jalan dan memasukkan transponder untuk navigasi kendaraan. Namun Tan yakin solusi pelabuhan pintar mereka jauh lebih mudah dan murah diterapkan.

    Selain itu, kata dia, truk tanpa sopir empat sampai lima kali lebih murah daripada kendaraan berpemandu otomatis.

    Simak: Toyota Akan Uji Mobil Swakemudi pada 2020

    Ou Huisheng, Ketua Zhuhai Port Group, memperkirakan, dengan menggunakan puluhan truk penggerak sendiri, ia dapat menghemat biaya tenaga kerja yang setara dengan ratusan karyawan.

    Dia mengatakan Pelabuhan Zhuhai akan memperluas kerja sama dengan Westwell untuk membangun pelabuhan truk yang benar-benar cerdas di masa depan.

    Meskipun peluncuran truk swakemudi telah dilakukan, "pengawas keselamatan" masih dibutuhkan saat kendaraan beroperasi.

    DAILY MAIL | WP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.