Kisah Di Balik Murahnya Variasi Motor di Pasar Klitikan Yogya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sujamta, pemilik lapak Jaguar Motor melayani konsumen yang sedang mencari onderdil Jap Style yang sedang tren di Pasar Klitikan Yogyakarta, Sabtu 27 Januari 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Sujamta, pemilik lapak Jaguar Motor melayani konsumen yang sedang mencari onderdil Jap Style yang sedang tren di Pasar Klitikan Yogyakarta, Sabtu 27 Januari 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pasar Klitikan atau Pakuncen Yogya lama menyandang sebagai pasar barang bekas khususnya onderdil dan variasi sepeda motor. Namun lima tahun belakangan, sejumlah pedagang onderdil di pasar itu mulai beralih menjual barang-barang baru karena makin naiknya pamor motor custom.

    "Dulu kan orang kalau mau custom apa modifikasi susah karena sparepart engga ada yang jual, sekarang tren custom naik, banyak yang jual spare partnya," ujar Sujamta, 41 tahun, pemilik lapak onderdil motor 'Jaguar Motor' yang sudah 20 tahun berjualan di Pasar Klitikan saat ditemui Tempo Sabtu 27 Januari 2018.

    Namun, Sujamta mengklaim spare part custom atau variasi di Pasar Klitikan lebih miring harganya dibanding toko variasi umumnya. Karena biaya operasional di pasar baik seperti lokasi sewa lapak, retribusi juga lebih murah.

    Baca: Harga Motor di Pasar Klitikan Lebih Murah Masih Bisa Ditawar

    "Barang di pasar ini juga lebih murah dari toko besar karena kami dipasok langsung distributornya, kualitas sama tapi kami dapat potongan karena ambilnya partai besar," ujar Sujamta yang kini memiliki delapan karyawan itu di kiosnya.

    Puluhan sepeda motor dipajang dalam bursa motor bekas di Pasar Klitikan Pakuncen, Yogyakarta, Sabtu 27 Januari 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Sebut saja seperti penyalur spare part racing dan variasi motor PT. Karunia Utama Motor dan penyalur pelek Arta Duta Raya yang berbasis di Surabaya Jawa Timur. Tak ketinggalan perusahaan grosir spare part Rajawali Motor dari Semarang Jawa Tengah juga turut memback up pedagang onderdil di Pasar Klitikan melalui sales resminya.

    Termasuk usaha bengkel modifikasi motor yang dibangun mantan pembalap Hendriansyah yang berbasis di Yogya juga sempat turut 'titip jual' aneka spare part original di lapak Sujamta ini.

    "Kami tinggal order para distributor itu sudah percaya, dan langsung dikirim, kuncinya jaga kepercayaan distributor pasti urusannya gampang," ujar Sujamta.

    Barang barang murah di Pasar Klitikan itu misalnya saja paket custom Jap Style. Sujamta membandingkan jika di toko besar harga paket Jap Style di kisaran Rp 3-3,5 juta, di pasar Klitikan hanya dijual paling mahal Rp 2,5 juta.

    Miringnya harga paket Jap Style di Jaguar Motor itu bahkan tak hanya diminati bengkel custom atau pecinta motor dalam negeri. Sujamta yang juga memiliki 'lapak' di sejumlah aplikasi online shop itu juga pernah mendapat order paket Jap Style dari warga Australia.

    "Terpaksa saya tolak karena saya juga nggak tahu tata cara dan prosedur hitungan kalau kirim ke Australia," ujar Sujamta yang mulai aktif jualan online setahun terakhir ini.

    Sujamta menambahkan, barang barang onderdil dan variasi tertentu di Pasar Klitikan juga bergaransi laiknya toko. Misalnya shock bocor akan diganti baru.

    Sujamta dan Jaguar Motor menjadi salah satu penjual di Pasar Klitikan yang bersinar berkat tren custom belakangan. Jaguar Motor ini total menempati sembilan petak lapak di pasar itu khusus untuk berjualan onderdil dan variasi motor.

    Baca: Cara Pasar Klitikan Yogya Hilangkan Image Jual Barang Curian

    Sujamta menuturkan awal beroperasinya Pasar Klitikan tahun 2007 silam-setelah pindahan besar dari Jalan Mangkubumi yang beroperasi sejak 1998- hanya ada empat penjual onderdil dan variasi motor termasuk dirinya.

    Namun dari para karyawan termasuk karyawan Sujamto akhirnya memilih membuka sendiri lapak mereka di Pasar Klitikan sehingga kini jumlahnya ada 20-an lebih pedagang. "Sebagain karyawan ada yang membuka usaha di luar pasar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.