Kata Valentino Rossi Usai Jajal Sasis Baru di Sepang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Italia Valentino Ross (Movistar Yamaha MotoGP) beraksi di tes hari pertama MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 28 Januari 2018. (AP Photo/Sadiq Asyraf)

    Pembalap Italia Valentino Ross (Movistar Yamaha MotoGP) beraksi di tes hari pertama MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 28 Januari 2018. (AP Photo/Sadiq Asyraf)

    TEMPO.CO, Sepang – Setelah menjalani tes sesi pertama, pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi, mengaku timnya sekarang mulai mengerti dengan apa disukainya. Rossi menyatakan cocok dengan sasis baru, yang ia gunakan saat tes sesi pertama.

    “Saya senang karena pada November kami melakukan pekerjaan yang baik. Kami lebih mengerti satu sama lain setelah musim lalu kami merasa kebingungan. Sasis hari ini adalah sasis baru. Saya merasa lebih baik dengan sasis ini,” ujarnya. “Kesan pertama positif.”

    Baca: 2017 Yamaha Bermasalah, Rossi: Tak Berharap pada Pembalap Penguji

    Rossi juga menceritakan motornya saat ini lebih baik dan memiliki kecepatan yang lebih bagus. Terkait dengan poisisinya pada tes pertama yang melorot ke peringkat keenam, Rossi tidak mau mempermasalahkannya.

    “Ini baru hari pertama dan ini adalah MotoGP. Jadi, jika Anda berhenti, Anda akan kehilangan 3-4 posisi! Namun, seperti yang saya katakan, itu baru hari pertama jadi itu bukan apa-apa,” tuturnya.

    Simak: Yamaha Menguji Valentino Rossi Balap dengan Robot, Pemenangnya?

    Meskipun para kompetitor hadir dengan mesin baru, ia mengaku Yamaha tidak akan kehilangan kekuatannya di sektor tersebut, “Saya pikir motor kita bagus bukan hanya karena itu. Ada banyak hal lain yang bekerja dengan baik,” kata Rossi.

    CRASH | NAUFAL SHAFLY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara